Site icon Berita Kota Makassar

Ada Musik Panini Bosi, Pertunjukan Teater dari Cerita Rakyat Asli

HARI ini, Rabu (14/9), sebuah perhelatan akbar digelar Biro Kerja Mahasiswa Fakultas Apresiasi Seni dan Sastra (BKMF Aksara) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM). Namanya Pentas Karya XIII. Dipusatkan di Kampus IV Tidung UNM. Tepatnya di Lapangan FIK.

KETUA Aksara A Lathifa Abd Hamid, Ketua Panitia Andi Rumman Pagala, serta Koordinator Musik Muh Fathul Muin hadir menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Selasa (13/9). Mereka membahas tentang Aksara dan rencana pementasan yang akan digelar.
Menurut Lathifa, Aksara merupakan lembaga kemahasiswa tingkat fakultas. Ketua umumnya disebut pangngulu. Sementara anggotanya dinamakan warga. Untuk sekretariat, mereka menyebutnya rumah. Menariknya, pangngulu Aksara selalu dijabat oleh seorang perempuan. Sejak berdirinya di tahun 2007 hingga sekarang, laki-laki tak pernah memimpin lembaga ini.

”Itu memang sudah diatur dalam AD/ART Aksara. Kalau di setiap UKM atau himpunan mempunyai sekretariat, kami tidak. Yang ada Rumah Aksara. Di dalam sebuah rumah butuh sosok ibu. Karena itu sejak tahun pertama terbentuk hingga sekarang, pangngulu tidak pernah laki-laki. Selalu perempuan, karena perempuan mengedepankan perasaan. Termasuk dalam mengurus rumah,” terang Lathifa.

Untuk bergabung menjadi warga Aksara, mereka merupakan mahasiswa FIP. Ada berbagai tahapan yang mesti dilalui jika ingin menjadi anggota. Pertama pra Pilar, selanjutnya mengikuti Pilar Satu, Pilar Dua, Pilar Tiga, hingga masuk ke proses pengukuhan.
Saat ini, Lathifah menyebut, pengurus Aksara berjumlah 23 orang. Calon warga yang segera bergabung sebanyak 17 orang.
”Awal mula terbentuknya Aksara tidak menyeluruh ke semuah jurusan untuk perekrutan anggotanya. Hanya terbetas pada Bimbingan Konseling. Lama kelamaan akhirnya diperluas dengan merekrut warga dari berbagai jurusan di FIP. Dalam Aksara ada divisi musik, sastra, tari, teater dan pakareso, yang di dalamnya terdapat artistik dan manajemen,” ungkap Lathifa.

Untuk latihan bagi warganya, Aksara memberlakukan waktu yang tidak mengganggu jadwal kuliah. Biasanya dilaksanakan pada sore hari hingga malam setelah kuliah. Mulai pukul 16.00 Wita hingga 21.00 Wita, sesuai batas jam malam yang diberikan pihak fakultas.
Terkait rencana Pentas Karya XIII yang mengusung tema Pappaseng ri Maniang, Ketua Panitia Andi Rumman Pagala mengatakan, mereka yang terlibat dalam acara ini menggelar latihan setiap tahun dalam tiga bulan terakhir. Ada sejumlah item yang ditampilkan dalam pentas kali ini. Seperti musik Panini Bosi, pertunjukan teater Gau ri Mallomo, tari Maccera’, sastra Nawasana, tari Ri Tana Mojong, sastra Petaka Setangkai Kayu, serta musik Sara Lao. Pemantasan dimulai pukul 19.00 Wita.
”Pekerja seni dari luar kami juga undang. Termasuk seniman Makassar,” ujarnya.

Terkait pertunjukan teater, ternyata untuk penggarapan materinya butuh waktu yang cukup lama. Koordinator setiap divisi harus datang ke wilayah di Kabupaten Sidrap yang berbatasan dengan Kabupaten Wajo.
Sejak bulan Maret dilakukan observasi di sana terkait cerita rakyat asli yang akan dipentaskan. Selanjutnya tiap divisi membuat garapannya masing-masing. (*/rus)

Exit mobile version