Site icon Berita Kota Makassar

Asman Buka Serasehan Literasi Filantropi

ENREKANG, BKM — Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Enrekang melaksanakan sarasehan dengan tema “Literasi Filantropi” di Aula Kantor Baznas Enrekang, Senin (12/9).
Acara buka Wabup Enrekang Asman dihadiri Ketua GPMB Indonesia Timur Prof Dr Hanna,Ketua GPMB Enrekang Ilham Kadir dan Ketua Ikatan Pustakawan Enrekang Irsan.
Wabu[ Asman mengapresiasi kegiatan sarehan tersebut. Dia menyampaikan kita semua dituntut untuk banyak membaca, setelah membaca, dituntut pula untuk memahami bacaan, menganalisa lalu mengambil kesimpulan.

“Makanya, tidak banyak orang yang rajin membaca mampu menyampaikan gagasannya dengan runut dan filosofis serta mampu pula menulis dengan baik. Bagi saya,berbicara lebih mudah dari menulis,sebab lidah dengan otak lebih dekat dibandingkan dengan tangan, makanya lebih susah itu menulis,”kata Asman.
Dia menambahkan pada praktiknya, filantropi di antara kita sudah berjalan, baik sebagai perorangan maupun melalui kelembagaan.
“Kita sudah terbiasa berbagi dan itu sudah bagian dari filantropi. Sejak duduk di DPRD saya sangat mendukung terlaksananya Perda Nomor 6 tahun 2015 tentang pengelolaan zakat, agar zakat ini bisa membersihkan harta kita,”ujarnya.

Ketua GPMB Indonesia Timur Prof Dr Hanna menyampaikan kekuatan literasi itu mampu mengubah nasib seseorang.
“Dengan banyak belajar, membaca, menganalisa dan memahami sebuah persoalan dengan baik, maka pasti akan mengubah pola pikir kita atas sebuah persoalan. termasuk masalah filantropi ini,”jelasnya.
Dengan memahami literasi filantropi dengan baik maka kita pun akan rajin berbagi.
“Kita harus meyakini, bahwa harta yang kita miliki akan tetap menjadi harta kita, sampai setelah kita meninggal, dengan jalan sedekah. Dan belum ada sejarah orang jadi miskin karena sedekah,”ujarnya.

Sementara Ketua GPMB Enrekang Ilham Kadir menyampaikan materi dengan tema “Filantropi Islami”. Dia menjelaskan pada prinsipnya masyarakat Enrekang sudah membudayakan filantropi secara turun temurun.
“Kita kenal istilah Tobana, tolong menolong, bantu membantu dan nasihat menasihati, ini sudah jelas perbuatan filantropi, dan hingga kini pun budaya Tobana ini terus mengalami peningkatan,” jelas Ilham Kadir.
“Hanya saja filantropi islami harus jelas sumber dananya, harus halal, tidak boleh berasal dari dana non halal, karena peruntukannya pun harus dijalan kebajikan, jadi dananya harus yang bersumber dari yang baik-baik pula,” terangnya. (her/C)

Exit mobile version