Site icon Berita Kota Makassar

Dinilai Bermasalah, Dewan Setop Pekerjaan Jalan

PAREPARE, BKM — Pengerjaan sepanjang Jalan Mattirotasi Kota Parepare menuai sorotan dari gedung dewan. Para wakil rakyat membeberkan sejumlah catatan minor pada proses pengerjaan jalan tersebut yang dikerja rekanan CV Lumpue Indah.
Hal tersebut mencuat saat rapat dengar pendapat (RDP) di Ruang Komisi III DPRD Kota Parepare, Selasa (13/9). Rapat ini dihadiri Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Parepare Anasdar dan rekanan .

Sejumlah legislator mencecar Dinas PUPR dan pelaksana proyek. Mereka mempertanyakan kualitas jalan yang menelan anggaran Rp5,4 miliar. Mulai ketebalan hingga proses pemeliharaannya menjadi perhatian dewan.
Selain itu, pengawasan selama pengerjaan dinilai lemah. Pasalnya, konsultan pengawas proyek tersebut kadang tidak terlihat di lokasi pengerjaan. Belum lagi, pengerjaan pengaspalan berlangsung sampai malam hari tanpa pengawasan.
Dari sejumlah catatan minor itu, Komisi III DPRD meminta untuk menghentikan sementara pengerjaan jalan tersebut.
“Saya melalui persetujuan semua anggota Komisi III DPRD meminta untuk menghentikan sementara pengerjaan Jalan Mattirotasi. Nanti setelah kami turun baru bisa dilanjutkan,” tegas Ketua Komisi III DPRD Parepare Ibrahim Suanda.

Legislator PAN Parepare menyebut pengerjaan rehabilitasi jalan Mattirotasi tidak sesuai dengan pelaksanaan manajemen pengerjaan konstruksi. Sejumlah rekomendasi diterbitkan Komisi III DPRD Parepare yakni menghentikan sementara pengerjaan rehabilitasi jalan Mattirotasi Parepare. Meminta Dinas PUPR memastikan konsultan pengawas selalu ada di lapangan, tidak dibenarkan pengaspalan malam. Dewan meminta untuk mengadakan basecamp pekerja.
“Kita juga akan menurunkan akademisi pembangunan untuk memastikan kualitas pembangunan. Komisi III dalam waktu dekat akan turun melihat progres pekerjaan jalan Mattirotasi,” katanya.

Sementara Kabid Bina Marga Dinas PUPR Parepare Anasdar mengatakan pengerjaan rehabilitasi jalan akan dihentikan sesuai putusan DPRD. “Kita laksanakan apa yang menjadi putusan rapat tadi (penghentian sementara),” katanya.
Soal sorotan dewan, Anasdar mengatakan tak ada unsur kesengajaan kerja di malam hari. Hanya saja, memang pekerjaan berlangsung mulai pagi sampai malam. Ia juga memastikan kualitas pembangunan terawasi dengan baik
“Kita kan kerja mulai dari pagi ya sampai malam. Kita kan punya pengawas untuk maksimal datang ke lokasi. Setiap saat dia awasi,” pungkasnya. (mup/C)

Exit mobile version