MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar mengatur strategi untuk menekan laju kenaikan inflasi pascakenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Langkah itu dilakukan untuk merespons instruksi Presiden Joko Widodo untuk memperhatikan stok pangan setelah harga BBM naik, yang dapat memicu terjadinya inflasi.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, menyebut ada dua faktor yang memicu inflasi, yakni sektor energi dan sektor pangan. Karenanya, untuk menekan laju inflasi dari sektor energi, dia akan menerapkan Ojol Day (Hari Ojek Online). Selain itu, Danny juga akan mempercepat realisasi penggunaan Commuter Moda (Co’mo).
Khusus untuk Ojol Day, kata Danny, efektif akan dilaksanakan pekan depan. Di hari itu semua pegawai Pemkot Makassar dilarang menggunakan kendaraan pribadi, khususnya mobil ketika pergi dan pulang kantor.
“Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak yang bersumber dari fosil,” kata Danny saat ditemui di Hotel Gammara, Rabu (14/9).
Jika tak ada kendala, program ini akan dijalankan Selasa, 20 September, pekan depan. Untuk menyukseskan Ojol Day, ia telah menunjuk Asisten I Andi Muh Yasir, Asisten II Rusmayani Majid, dan Asisten III Mario Said sebagai penanggung jawab.
“Pekan depan kita segera melaksanakan Ojol Day. Ini bentuk respons Pemkot Makassar dalam menekan inflasi yang dipicu karena energi,” kata Danny.
Kata dia, ada banyak manfaat yang didapat jika program Ojol Day diterapkan. Selain mengurangi kemacetan akibat parkir, juga dapat membantu perekonomian ojek daring.
“Jadi ada banyak yang bisa kita dapatkan di sini, kita tidak parkir, kurang bensin, dan membantu teman-teman ojol,” tuturnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh OPD, camat, lurah, dan direksi BUMD untuk menggunakan ojek online saat berangkat ke kantor pekan depan.
“Selasa pekan depan. Jadi tidak ada yang parkir di Balai Kota nanti. Kita mendukung upaya penurunan inflasi. Kita bisa bayangkan, kalau ada 5.000 mobil yang biasanya tiap hari isi 10 liter, maka di hari Selasa kita bisa hemat Rp50.000,” tambah Danny.
Sementara, Asisten III Bidang Administrasi Umum Kota Makassar Mario Said, mengatakan segera melakukan rapat konsolidasi membahas rencana Ojol Day yang akan diterapkan pekan depan. “Kita rapat konsolidasi membahas persiapan Ojol Day yang kemungkinan Selasa pekan depan itu sudah diberlakukan,” ucap Mario.
Dalam rapat tersebut, kata dia, ada beberapa OPD yang dilibatkan. Khususnya Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar yang banyak terlibat dengan ojek online.
“Nanti kita bahas teknis pelaksanaannya seperti apa. Harapan Pak Wali ini bisa berkelanjutan, bukan cuma Selasa pekan depan saja,” tutupnya.
Sebagai persiapan untuk Ojol Day, Asisten II Pemerintah Kota Makassar, Rusmayani Madjid mengumpulkan seluruh pengelola Paltform layanan Ojek Online (Ojol), di Lantai 9 Balai Kota, Kamis (15/9). Ia menyebutkan, Grab dan Gojek menyambut dan mengapresiasi ide wali kota dan menyatakan kesiapannya.
“Katanya semua siap. Dan ojol yang dimilikinya pun siap. Grab, Gojek, Maxim, Shopee, Blue bird,” bebernya.
Untuk kelancaran Ojol Day, Rusmayani sudah mempersiapkan surat imbauan kepada para ASN dan Laskar Pelangi yang rencananya akan ditandatangani Danny dan segera diedarkan.
Ojol Day merupakan salah satu upaya pemerintah kota untuk menekan inflasi yang disebabkan akibat energi dengan mengurangi penggunaan bahan bakar.
“Selasa depan kita akan melaksanakan Ojol Day. Ini bentuk respon Pemkot Makassar dalam menekan inflasi yang dipicu karena energi. Jadi pergi, pulang kantor dan aktivitas di luar kantor pakai ojol motor dan mobil,” ungkapnya. (rhm)
