MAROS, BKM — Bupati Maros, Chaidir Syam bersama Ketua DPRD Maros, Andi Patarai Amir, Komandan Kodim 1422/Maros, Letkol Inf Muh Hujairin, melakukan tanam bibit padi genja atau padi berumur pendek.
Kegiatan tanam padi bersama ini dilaksanakan di Kelurahan Baju bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Kamis pagi (15/9). Selain bupati Maros, Kapolres Maros, AKBP Awaludin Amin, juga terlihat mengikuti tanam bersama pemulian padi Galur Unggulan Kodim 1422/Maros.
Dandim 1422/Maros, Letkol Inf Muh Hujairin, menjelaskan kegiatan tanam padi genja tersebut dalam rangka uji coba untuk mengukur produktivitas mengukur capaian menuju IP 400. ”Padi genja atau padi umur pendek ini dalam rangka ujicoba. Itu satu haktare saja ujicobanya dalam rangka kami mengukur produktivitasnya dan mengukur capaiannya menuju ke IP 400,” jelasnya.
Dikatakan Dandim 1422/Maros, pola tanam padi IP400 baru pertama kali dilakukan di wilayah Maros. Tujuannya untuk mengupayakan peningkatan produksi padi dan secara ekonomi membantu perekonomian masyarakat.
”IP400 itu begini. Jadi satu lahan akan dimaksimalkan fungsinya sampai 4 kali panen. Itu diselingi padi genja, padi dalam, padi menengah, kemudian palawija agar fungsi lahan akan lebih optimal, lebih tahan hama, dan secara ekonominya membantu perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Letkol Inf Hujairin kembali menjelaskan, padi genja atau padi umur pendek ini memiliki keunggulan tersendiri. Hasilnya pun bisa mencapai 8 ton per hektare.
”Program IP400 baru pertama kali. Nah, yang padi genja tadi yang ini memang keunggulannya umurnya pendek hanya 2 bulan sudah panen. Tapi hasilnya bisa lebih banyak dari yang panjang per hektare minimal 8 ton,” jelas Dandim Maros.
Sementara Bupati Maros, Chaidir Syam, memberi apresiasi positif kepada Kodim 1422/Maros yang menginisiasi uji coba penanaman padi genja tersebut. ”Paling utama adalah kami dari pemerintah daerah ini sangat memberi apresiasi yang positif terhadap Kodim 1422/Maros yang menginisiasi. Harapan kita mudah-mudahan padi genja ini bisa berhasil,” ungkapnya.
Lanjut Chaidir menambahkan, tujuan utama dari uji coba penanaman padi IP400 ini untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Maros. ”Dan ini sebenarnya untuk ketahanan pangan kita dan membantu bagaimana krisis pangan yang terjadi. Kalau IP 400 terjadi, Alhamdulillah, 4 kali panen dalam setahun bisa meningkatkan kesejahteraan para petani kita,” tambahnya. (ari/c)

