MAKASSAR, BKM –Stadion kebanggaan PSM Makassar, Stadion Mattoangin dimungkinkan tidak dibangun tahun ini, setelah sebelumnya sudah dua kali gagal tender.
Hal ini sudah ditekankan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan dalih bahwa, waktu pelaksanaan tender mustahil dilakukan dalam waktu dekat, dan tak cukup waktu lagi.
Suporter PSM pun angkat bicara, ia merasa dibohongi karena sebelumnya sudah pernah dijanjikan akan dibangun 2022.
Mereka mengancam akan menduduki kantor Gubernur Sulsel untuk mempertanyakan komitmen pemerintah yang terkesan tidak punya keinginan membangun Stadion Mattoangin.
“Kami dari teman-teman suporter akan menyatakan sikap bahwa pemprov harus memiliki komitmen yang ke sekian kalinya, walaupun teman-teman kita sudah dibohongi, sudah dibodoh-bodohi, tapi paling tidak kan kita ingin stadion Mattoangin harus dibangun,” ucap Dirigen suporter PSM dari Ordo Red Gank, Muhammad Asril Syam, Rabu (14/9).
Saat memastikan massa aksi, ia mengatakan pihaknya sudah pasti akan turun lakukan aksi unjuk rasa, tapi untuk memadati kantor gubernur ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kelompok suporter lain untuk ikut terlibat agar masa aksi lebih banyak yang datang.
“Dengan kondisi saat ini kita akan bicarakan kembali apakah seluruh elemen kelompok suporter di Makassar akan satu suara dengan kita, akan satu komando, lebih besar saya yakin,” jelasnya.
“Tetap kita akan turun dan diarahkan kembali teman-teman seperti apa konsepnya kita akan bicarakan kembali, kita akan bersama,” sambung dia.
Ia mengungkapkan bahwa, sejak awal pihaknya sudah menduga Stadion Mattoangin ini tidak akan dibangun di tahun ini, karena semua akan menunggu momennya menuju pemilihan kepala daerah di tahun mendatang.
“Kemarin itu teman-teman suporter sudah berpikiran bahwa itu stadion Mattoangin akan di bangun di 2023, ini sekarang fakta sudah terjadi, karena disisi lain tidak bisa dipungkiri 2024 itu kan ada pemilihan gubernur, itu sudah di luar dari kepalanya teman-teman sebenarnya,” ungkapnya.
Menurut dia, sikap Pemprov Sulsel terkait markas PSM ini memang tidak tidak punya keinginan untuk mewujudkan keinginan masyarakat. Sebab, para suporter sudah berulangkali mempertanyakan stadion ini kapan dibangun.
“Kalau masalah langkah dari teman-teman suporter kita sebenarnya sudah setiap saat memberikan edukasi kepada pemerintah khususnya Pemprov Sulsel, tapi memang pemprov ini lagi tutup telinga sekarang,” bebernya.
Bahkan, Asril menyampaikan belum lama ini bertemu dengan kadispora Sulsel dalam sebuah kegiatan, dia sempat mempertanyakan soal Stadion Mattoangin, namun tanggapannya seolah-olah lepas tangan.
“Saya kemarin ada beberapa bulan kemarin ada kegiatan sempat ketemu dengan kadispora provinsi, saya sempat bahas mengenai stadion dan memang dia acuh tak acuh dia selalu mengalihkan, dia selalu mengalihkan bahwa ini sebenarnya bukan kita, alasannya dia bilang begini siapa yang bongkar sebenarnya ini dinda?, seperti itu jadi kita memang agak susah ketemu perjuangkan ini Mattoangin,” terangnya.
Olehnya itu, ia mengatakan setelah koordinasi sudah matang dilakukan, pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Sulsel untuk memastikan keseriusan dalam membangun stadion mattoangin.
“Tetap kita punya rencana, kalau pun pemprov nyatakan sikap bahwa tahun depan akan dibangun karena saya yakin ini sekarang sudah bulan 9, tiga bulan terakhir ini tidak akan terjadi, yakin saja,” tegas dia.
Terpisah, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sulsel, Asrul Sani, menyatakan, pesimisnya bahwa stadion Mattoangin tidak dimungkinkan di bangun tahun ini.
“Kalau melihat waktu yang tersisa, sisa berapa bulan ma mi, dua bulan mami karena proses tender kan satu bulan,” ucap dia saat ditemui di halaman kantor Gubernur Sulsel.
Menurut dia, mekanisme dalam tahapan lelang tender sudah dipastikan tidak mungkin akan dilakukan karena rentang waktu tahun ini sudah mau berakhir.
“Dari sisi waktu kita di Barjas itu sudah Rp66 miliar nda mungkin (memenuhi syarat bangun tahun ini),” katanya.
Ditanya soal anggaran yang sudah dialokasikan dalam APBD TA 2022, Asrul mengatakan akan dikembalikan ke Dispora Sulsel untuk membicarakan lebih lanjut.
“Kita kembali ke OPD, Kadispora, kita proses tendernya saja,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan hingga saat ini pihaknya belum melakukan pertemuan dengan Dispora dan OPD terkait untuk membahas pembangunan stadion Mattoangin. (jun)
