MAKASSAR, BKM — Sekelompok orang mendatangi kantor PT SLV Modern Travelindo atau SLV Travel, yang terletak di Jalan Tun Abdul Razak, Ruko Citraland, Jumat (16/9). Mereka mendesak pihak perusahaan untuk mengembalikan uang yang telah disetorkan, karena hingga saat ini tak kunjung diberangkatkan.
Sedikitnya ada 68 orang yang meminta pembayaran kembali alias refund karena berbagai permasalahan. Mulai dari pembatalan penerbangan, keberangkatan tak sesuai fasilitas dan tujuan, serta sejumlah alasan lainnya.
Aulia misalnya. Impiannya untuk jalan-jalan tur ke Dubai dan Turki kandas. Perempuan muda dari Kabupaten Barru ini rencananya berangkat bersama keluarga yang jumlahnya 11 orang. Total uang yang disetor ke pihak travel Rp140 juta lebih.
“Ketika itu pihak SLV memberitahukan pembatalan keberangkatan jelang hari H dengan berbagai alasan. Saya sudah lupa berapa kali keberangkatan kami ditunda-tunda, sampai akhirnya kami minta refund,” tutur Aulia.
Uang sebesar Rp140 juta tak langsung dikembalikan oleh SLV Travel. Pihak travel meminta keringanan untuk mencicil selama 45 hari kerja. Namun, hingga masa perjanjian berakhir, hanya Rp 25 juta lebih yang dikembalikan.
“Dijanji setiap hari direfund, per bulan, per minggu, tidak ada. Ini terlalu lama,” cetusnya.
Aulia mengaku kasus ini sebenarnya sudah dilaporkan ke polisi. Namun yang membuatnya heran, pihak pengelola travel tidak ditahan. Bahkan masih bisa menonton pertandingan sepàk bola di Malaysia, jalan-jalan ke Thailand, hingga masih sempat open tour.
“Heran juga, karena sudah banyak yang melapor ke polisi tetapi masih bisa berkeliaran. Jangan sampai makin banyak yang jadi korban,” pungkasnya.
Rekan Aulia bernama Mage, juga mengaku kesal dengan ulah SLV Travel. Apalagi, CEO SLV Travel, Selviana Ahmad Firdaus seolah lepas tanggung jawab. Tidak memikirkan nasib para korban, dan masih sempat traveling ke Bangkok.
Bahkan, SLV melalui akun Instagramnya masih membuka open trip. “Jangan sampai timbul lagi korban,” tambah Mage.
Korban lain bernama Aldi, mengaku menyetor uang Rp10.900.000 untuk berangkat ke Seoul, Korea Selatan. Tak kunjung diberangkatkan, ia juga meminta refund namun hasilnya nihil.
“Kami ada perjanjian di atas materai yang ditandatangani langsung oleh Selvi. Jika tidak sanggup bayar hingga tanggal 5 September, saya bisa ambil barangnya senilai uang saya itu. Tapi sampai sekarang tidak ada juga. Saya tidak tahu barang apa mau diambil,” ketus Aldi.
Hal sama disampaikan Armina. Harapannya untuk melaksanakan ibadah umrah bersama keluarga juga kandas.
“Saya setor Rp140 juta lebih juga untuk umrah bersama keluarga. Saya minta refund karena tidak diberangkatkan. Yang dikembalikan baru Rp50 juta, masih ada Rp90 juta,” tutur Armina.
Ketika mendatangi kantor SLV Travel, pemilik uang tersebut tak bertemu dengan siapa-siapa. Pintu kantor terkunci. Mereka pun lalu membentangkan spanduk ukuran besar di depan kantor tersebut. (jun)
