Site icon Berita Kota Makassar

Organda Sebut Hari Ojol Diskriminatif

MAKASSAR, BKM — Hari ini, Selasa (20/9) , Pemerintah Kota Makassar menerapkan Hari Ojek Online alias Ojol Day. Semua pegawai lingkup pemkot diinstruksikan untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi menuju dan dari kantor.
Mulai dari ASN hingga Laskar Pelangi, semua harus menggunakan ojol. Jika tidak mengindahkan aturan itu, maka yang bersangkutan dilarang masuk kantor.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, menegaskan pihaknya sudah menginstruksikan Asisten II Rusmayani Madjid untuk mempersiapkan dan mengawasi kelancaran Ojol Day ini. “Kesiapan sudah fix. Asisten yang urus. Besok (hari ini) semua pegawai Pemkot Makassar harus menggunakan ojol berangkat dan pulang kerja,” terang Danny, kemarin.
Rencananya, Danny dan Wakil Wali Kota Fatmawati Rusdi serta seluruh pejabat juga akan menggunakan ojol berangkat dan pulang kerja. “Saya juga akan naik ojol ke kantor,” ujar Danny.

Penerapan Ojol Day setiap hari Selasa mengundang protes dari Organda (Organisasi Angkutan Darat) Kota Makassar, khususnya para supir angkutan kota (angkot). Merespons hal itu, Danny mengatakan, beda dengan ojol, tidak ada rute khusus angkot yang ke Balai Kota sehingga cukup sulit untuk membuat kebijakan pegawai Pemkot Makassar harus menggunakan angkot.

Selain itu, kebijakan yang dibuat juga bukan menyuruh pegawai beralih dari naik petepete ke ojol. “Yang kita lakukan mengalihkan transportasi pegawai dari kendaraan pribadi ke ojol. Bukan dari pete-pete ke ojol,” tegas Danny.
Dia menilai protes yang dilakukan tidak pada tempatnya. Namun dia juga berjanji akan mencarikan solusi agar masyarakat juga tertarik untuk menggunaka petepete. “Kita akan carikan solusinya,” imbuhnya.

Ketua Organda Makassar Zainal Abidin merasa dianaktirikan oleh kebijakan Pemkot Makassar. Ia menyebut Ojol Day tidak adil alias diskriminatif bagi mereka, khususnya angkutan umum lain yang ada dan beroperasi.
“Seharusnya sebuah kebijakan memberikan keadilan bagi semua. Mestinya Pak Wali juga membuat Petepete Day, Bentor Day, Ojek Day,” cetus Zainal.
Apalagi tujuannya ini untuk menekan inflasi. Olehnya, salah satu langkah yang bisa diambil dimulai lingkungan pemkot, di antaranya menggunakan angkutan umum. “Jadi bisa hari Selasa Ojol Day, Kamis Petepete Day, Jumat Bentor Day,” sarannya, lagi.

Selanjutnya, tambah Zainal, kembalikan ke masyarakat apakah mereka mau menggunakannya, karena itu haknya. Ia pun mengkritik keras wali kota. “Kita semua ini adalah warga Makassar. Anggaplah wali kota merupakan orang tua kita, bagaimana kalau cuma satu orang anaknya saja yang diberi makan? Itu kan tidak adil,” sindirnya.
Dia mengaku akan bertemu langsung dengan Wali Kota Danny untuk membicarakan persoalan ini. (rhm)

Exit mobile version