pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Minta Presiden Copot Mendikbud Nadiem

MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Ummat Provinis Sulawesi Selatan dalam kapasitasnya selaku Direktur Lembaga Pendampingan Hukum dan Ahli Peraturan Daerah (LPHAPPD), Dr Syahruddin Yasen mengecam Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.
Bahkan Syahruddin Yasen berharap jika Presiden segera mencopot Menter Pendidikan tersebut, karena ide-ide liberalnya di bidang pendidikan selama ini cenderung membahayakan kelanjutan bangsa dan negara. “Pasalnya Nadiem sejak menjadi menteri banyak sekali ide-ide yang buruk yang ia bawa dari barat yang tidak sesuai dengan harkat dan martabat dunia pendidikan di Indonesia. Ide-idenya cenderung liberal dan mengancam sistem pendidikan serta dunia pendidikan di Indonesia,”ujar Syahruddin Yasen, Kamis (22/9).

Belakangan ini, misalnya, papar Yasen, Rancangan Undang-undang (RUU) Sisdiknas yang terkesan mau dipaksakan untuk disyahkan mendapat perlawanan dari barisan rakyat sadar pendidikan, seperti para pimpinan perguruan tinggi seluruh Indonesia, para guru dan dosen.
Menurut Syahruddin yang juga Ketua DPW Asosiasi Dosen dan Guru Indonesia (ADGI) Sulsel, RUU Sisdiknas yang rencana akan disyahkan tersebut terkesan melecehkan profesi Guru dan Dosen, karena UU No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen seolah mau dihapuskan.
Celakanya, dalam RUU tersebut Guru/Dosen negeri masuk dalam UU ASN dan Guru Swasta dimasukkan ke dalam UU Ketenagakerjaan.
“Nah, dengan berlakunya UU Sisdiknas yang baru nantinya, Guru dan Dosen bukan lagi profesi tapi sudah menjadi karyawan dan secara otomatis tunduk pada UU Ketenagakerjaan (Omnibus Law). Artinya jika RUU tersebut dipaksa untuk disyahkan, tidak perlu lagi ada BKD karena semua upah tergantung hubungan industrial majikan dan buruh,”jelasnya.

Syahruddin sepakat dengan pengurus APTISI dan pimpinan PT bahwa Nadiem memang benar-benar telah berubah menjadi monster pengkhianat bagi Guru / Dosen sehingga harus mendesak presiden untuk mencopotnya.
Selain itu, dalam RUU sisdiknas yang akan disahkan, tdk ada lagi pendidikan gratis bagi anak-anak kita dan ini benar-benar sangat menyakiti dan berbahaya karena melawan konstitusi. ”Untuk itu Nadiem harus segera dicopot dan anggota DPR jangan tidur. Ayo anggota DPR tunjukkan tajjrmu,” tegas Syahruddin.

Bahkan dirinya menilai menteri Nadiem sama sekali tidak menghargai peran swasta selama ini. Penerimaan siswa dan mahasiswa yang berjilid jilid bisa menutup ruang bagi swasta untuk terus melanjutkan kiprahnya mengabdi bagi negeri.
Intinya, semua elemen masyarakat, siswa, mahasiswa, guru, dosen dan pimpinan pendidikan seluruh jenjang harus turun melawan kebijakan liberalisme pendidikan di bawah ide-ide Nadiem ini.
”Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, pelajar, mahasiswa, guru dan dosen agar menyatukan langkah memprotes, mengecam, mengutuk dan menolak disyahkannya UU Sisdiknas versi Nadiem ini,”pintaya.

Menurutnya itu kezaliman yang luar biasa, karena bangsa dan negara serta generasi kita akan terdegradasi secara perlahan menjadi hancur.
Karena itu tidak ada caranya lain untuk melawan, copot Nadiem dari menteri dan kepung Istana agar Presiden Jokowi bertindak tegas membatalkan pengesahan RUU teraebut dengan mendengar aspirasi seluruh pimpinan perguruan tinggi. “Jadi presiden hendaknya jangan cari jalan selamat sendiri bersama oligarki, tapi lihatlah kepentingan negara dan bangsa yang saat ini dalam kondisi mengerikan. ”Jangan juga karena rencana pengesahan RUU Sisdiknas sementara kasus Sambo, BBM, sembako naik terabaikan,”pungkasnya. (rif)




×


Minta Presiden Copot Mendikbud Nadiem

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link