pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

DPRD Sulsel Bahas Penambahan Dana KONI 2 Miliar

MAKASSAR, BKM–Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan Selle KS Dalle menolak jika Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Sulsel yang dipimpin Andi Arwin Azis menambah anggaran untuk KONI Sulsel sebesar Rp 2 miliar pada APBD Perubahan 2022.
Anggota komisi E DPRD Sulsel, Selle KS Dalle menegaskan bahwa soal tambahan dana hibah KONI harus perlu dipertimbangkan terlebih dahulu karena menurutnya dalam struktur kepengurusan KONI ada yang mengundurkan diri secara terbuka dan berharap ini buka gejolak gunung es karena adanya persoalan internal didalam kepengurusan. “Mohon maaf kami tidak setuju soal tambahan anggaran dana hibah untuk KONI jika tidak ada hubungannya dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov),”ujar Selle KS dalle saat digelar rapat komisi E DPRD dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, Jumat (23/9).

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel Andi Muhammad Irfan AB. Menurutnya, rencana penambahan dana untuk KONI perlu dikaji. Irfan AB mengkau sependapat dengan legislator lainnya jika tidak ada hubungannya dengan Porprov, maka tidak akan disetujui karena tuan rumah Porprov kabupaten Sinjai dan Bulukumba masih kekurangan anggaran.

“Saya kira kalau hanya untuk 2 miliar untuk Porprov ini sangat kurang karena kebutuhan anggaran untuk dua kabupaten tuan rumah lebih dari itu. Jadi ini harus perlu betul menjadi perhatian apalagi pengakuan dari Dispora tidak pernah dilibatkan soal Porprov. Hanya dilibatkan jika mau penambahan anggaran,” ucapnya.
Anggota Komisi E lainnya yakni Anwar Purnomo menyampaikan bila dirinya memang sejak awal prihatin karena Porprov tahun lalu yang diadakan di Kabupaten Pinrang mendapat anggaran 10 miliar bersih, sementara untuk tahun ini pemerintah provinsi pada APBD 2022 hanya menganggarkan 5 miliar pada dua kabupaten Sinjai dan Bulukumba, “Saya menganggap ada kemunduran apalagi sekarang ini dalam pemulihan ekonomi dan pemilihan olarhraga,”jelas Anwar Purnomo.

Sebelumnya, pada rapat Komisi E, Andi Arwin Azis menyampaikan bahwa untuk rencana anggaran perubahan APBD 2022 pihaknya akan melakukan penambahan untuk KONI Sulsel sebesar Rp2 miliar.
“Pada anggaran APBD pokok KONI sebesar 6 miliar dan pada perubahan dapat tambahan sebesar 2 miliar rupiah sehingga anggaran hibah pada perubahan APBD menjadi 8 miliar lebih,”jelas Andi Arwin Azis.
Arwin juga menyampaikan bahwa pihaknya bersama TGUPP telah mendorong KONI untuk memaksimalkan penggunaan anggaran 5 miliar untuk kegiatan Porprov, tapi pada kenyataannya ada dipakai diluar dari kegiatan Porprov oleh KONI.

“Sebagian anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan musprov, pelantikan pengurus KONI dan operasional untuk bayar gaji staf yang tidak lagi ada ketersediaan anggarannya sehingga anggaran 5 miliar digunakan untuk hal tersebut.
Tapi penggunaan dana hibah sudah ada pada Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang mengatur peruntukan anggaran 5 miliar tersebut.
“Jadi Kalau tidak konsisten melakukan NPHD maka menjadi tanggung jawab mutlak dari pengguna anggaran ,” tegasnya.
Terkait dengan adanya tambahan 2 miliar ini sebenarnya dibutuhkan untuk ditambahkan dengan catatan harus betul-betul kebutuhan Porprov karena tidak ada alasan untuk penambahan dana hibah lagi karena penambahan dana hibah hanya satu kali setahun sehingga pihaknya juga meminta penjelasan kepada KONI. Rapat komisi E bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel dipimpin Andi Irfan AB dan Andre Prasetyo Tanta. (rif)




×


DPRD Sulsel Bahas Penambahan Dana KONI 2 Miliar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link