MAROS, BKM–Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Selatan telah meluncurkan wadah bersama yang diberi nama Gerakan Sadar Demokrasi (GARASI). Wadah ini dimaksudkan sebagai langkah pelibatan masyarakat untuk ikut dalam mengawasi secara langsung setiap tahapan pemilihan umum (Pemilu).
“Pelibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif sangat diperlukan dalam konteks demokrasi di Kabupaten Maros. Kita berharap Garasi bisa menjadi stimulus partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan partisipatif,” kata ketua Bawaslu Kabupaten Maros, Sufirman, di sela kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif dan lauching gerakan sadar demokrasi, di Hotel Horison Ultima, Makassar, Jumat (23/9).
Sebagai gerakan, GARASI dirancang sebagai bentuk tindak lanjut dari program pengawasan partisipatif Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang dijalankan Bawaslu sejak tahun 2019.
“Alumni SKPP Maros, didominasi oleh kaum muda. Harapannya, kalangan anak muda bisa melakukan upaya pencegahan pelanggaran pemilu, utamanya praktik politik uang,” tukas Sufirman.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah alumni SKPP dari 24 kabupaten/kota, perwakilan NGO, Perwakilan Ormas, serta untuk keterwakilan perempuan dan penyandang disabilitas. Kegiatan yang berjalan selama dua hari ini menghadirkan sejumlah pembicara dengan berbagai latar belakang keilmuan dan praktisi demokrasi.(ari/rif/d)
