BANTAENG, BKM — Massa aksi mengatasnamakan anggota HMI Persiapan Cabang Bantaeng menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Bantaeng, Senin (26/9).
Salah seorang orator, mengecam sikap Dinas Pertanian Bantaeng yang dinilainya tidak pro kepada kebutuhan masyarakat tani. “Dinas Pertanian kurang melakukan pengawasan peredaran pupuk yang menyebabkan penderitaan bagi kaum tani”, ketusnya.
Terkait derita petani, Korlap aksi, Hendra mengatakan anggota DPRD Bantaeng gagal mengawal kepentingan rakyat. Seharusnya tidak perlu terjadi kelangjaan pupuk yang menyebabkan petani menjerit.
“Petani menjerit karena pupuk langka. Hal ini menbuktikan kalau anggota dewan gagal mengawal kepentingan rakyat”, serunya.
Hendra juga mempertanyakan kinerja Dinas Pertanian dalam hal pelaksanaan program asuransi pertanian. “Banyak petani yang merugi hasil panennya tapi tidak ada bantuan melalui program asuransi pertanian”, katanya.
Dalam surat pernyataan sikapnya, HMI Persiapan ini mengajukan empat tuntutan, yakni, adanya jaminan ketersediaan pupuk, kejelasan arah produksi pertanian karena harga tidak menentu, penetapan waktu pembagian bibit sebelum masa tanam, mengganti dan memberi sanksi pengecer pupuk yang memainkan harga dan melakukan penimbunan.
Sekadar diketahui, detik-detik awal menggelar aksi, demonstran menyandera truk tronton yang mengarah ke Makassar dan meminta sopir memarkir mobilnya secara melintang. Namun aparat Polres mengimbau agar tidak menutup akses lalu lintas. “Tolong jangan menutup jalan. Kasihan para pengguna jalan”, pinta Kasat Bimas, AKP Suardi Hasyim.
Setelah membebaskan tronton, demontran kembali menyandera truk sarat muatan yang juga mengarah ke Makassar. Beberapa menit kemudian, truk tersebut dibebaskan tapi demonstran menyandera lagi mobil kontainer.
Fenomena tersebut menyibukkan aparat Polres Bantaeng karena demonstran memblokade jalan dengan kembali menyanda truk tronton. Lagi-lagi, Kasat Bimas meminta agar tidak menutup jalan. Namun demonstran tetap melanjutkan orasinya di atas tronton.
Karena tidak ada anggota dewan yang hadir, demostran terus berorasi dan memaki-maki anggota dewan. “Mereka buta dan tuli. Tidak mau mendengar aspirasi rakyat”, ucapnya. (wam/C)
