Site icon Berita Kota Makassar

Rencana Koalisi Dengan Demokrat dan PKS Sudah 80 persen

MAKASSAR, BKM–Partai Nasdem yang didirikan Surya Paloh semakin dekat dengan Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada kontestasi pemilihan presiden (pilpres) 14 Februari 2024 mendatang.
Nasdem masih tengah membangun koalisi dengan Demokrat dan PKS jelang pilpres.
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasdem, Ahmad Ali menyebutkan komunikasi rencana koalisi dengan Demokrat dan PKS sudah capai 80 persen.
Ahmad Ali mengaku Partai Nasdem ingin mempercepat pembahasan koalisi dengan PKS dan Demokrat untuk Pilpres 2024. Ia menyebutkan saat ini komunikasi dengan dua parpol tersebut tersisa 20 persen.

“Dengan Demokrat dan PKS itu itu sudah sangat (dekat), yah katakanlah 80 persen untuk kita selamatkan. Tapi bisa jadi 20 persen itu bisa sangat menentukan atau tidaknya kan,” ungkapnya usai menghadiri Rapat Konsolidasi DPW NasDem Sulsel di Claro Hotel Makassar, Minggu (25/9) malam.
Anggota Komisi III DPR RI ini mengaku partai besutan Surya Paloh ini akan mengumumkan koalisi jika semuanya sudah menemui kata sepakat. Ia menegaskan NasDem tidak ingin koalisi yang terbentuk akan pecah atau bubar di tengah jalan akibat figur calon presiden (capres).
“Kita tidak mau nanti koalisi yang kita bangun itu pecah di ujung, bubar di ujung, karena kemudian kita tidak jadi kesepakatan tentang orang, tentang figur. Maka kemudian nanti diskusi kriteria. NasDem mau kalau bisa dengan mitra koalisi itu jangan capres yang akan kita usul nanti tidak berasal dari partai politik,” bebernya.
Tak hanya Capres, kata Ahmad, Cawapres juga demikian. Ia mengaku hal tersebut agar nanti Capres dan Cawapres terpilih bisa menjadi kader bangsa, bukan partai politik
“Sehingga kemudian bisa melayani sehingga semua partai politik. Semua melayani masyarakat Indonesia. Tidak kemudian Presiden itu dikontrol oleh setiap partai-partai politik,” tegasnya.

Meski demikian, Ahmad menegaskan sampai saat ini antara partainya dengan PKS dan Demokrat belum menemui titik temu untuk bersepakat soal figur Capres dan Cawapres. Ia mengaku membangun koalisi bukanlah hal yang mudah seperti membalikkan telapak tangan.
“Karena banyak hal yang kemudian harus kita diskusikan dari situ. Mulai dari menyatukan pikiran, persamaan pandangan di elit politiknya tentang syarat-syarat berkoalisi sendiri, kemudian juga bagaimana kita menyatukan konstituen untuk bekerja bersama-sama memenangkan capres yang akan kita usung kemudian menyatukan pandangan,” sebutnya.

Sementara terkait tiga nama capres yang muncul saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) seperti Anies Baswedan, Jenderal TNI Adika Perkasa, dan Ganjar Pranowo, Ahmad mengaku ketiganya tetap menjadi prioritas untuk ditawarkan kepada parpol calon koalisi. Ahmad beralasan hasil keputusan Rakernas merupakan mekanisme tertinggi kedua setelah kongres.
“Maka tiga nama itulah yang kemudian hari ini kami jajakkan. Kita coba tawarkan kepada partai-partai politik lain untuk kita usung bersama-sama, karena NasDem belum memiliki kecukupan syarat untuk mengusung capres pada Pilpres 2024,” ucapnya. (jun/rif)

Exit mobile version