Site icon Berita Kota Makassar

Anak Tunggal yang Pernah Jualan Keripik dan Lulur

SATU lagi kisah anak tunggal yang berusaha mandiri sejak usia dini. Menjadi satu-satunya buah hati dari kedua orang tua tak membuatnya berperilaku manja. Sebaliknya, ia sudah belajar berjualan ketika masuk duduk di bangku SMA.

AHMAD Alif Wijaya, itu nama asli pemberian orang tuanya. Namun, ia lebih terkenal dengan nama Alief Mueller.
Jika melihat nama belakangnya, apakah dia punya garis keturunan dari barat? Tidak. Bapaknya bernama H Abdul Mannang. Ibunya Hj Masra. Mereka tinggal di Jalan AM Akbar, Barru.

Lalu dari mana nama Mueller diperoleh? Cowok berkulit putih kelahiran Barru, 16 Juni ini menceritakannya ketika menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar. ”Waktu itu saya duduk di bangku SMP. Ada artis yang ganti nama. Saya lihat kok keren. Sebenarnya di situ saya bukannya mau ganti nama. Tapi saya berpikir harus ada nama beken biar orang lebih mengenal dan lebih tahu. Begitu disebut langsung diingat,” terangnya.

Menurut Alif, nama pemberian orang tuanya sudah jamak yang menggunakannya. Ada pula tokoh dengan nama serupa. Akhirnya ia membuat nama beken untuk dirinya, yakni Alief Muller. Jika mengambil masing-masing huruf depannya menjadi AM. Singkatan itu pula yang menjadi cikal bakal terbentuknya agency model milik Alif yang masih ada hingga sekarang.
Alif mengawali ikut peagent di tahun 2018 lalu, selepas SMA. Rencananya untuk lanjut ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) belum kesampaian waktu itu, ia akhirnya mencari kesibukan. Selain untuk menambah wawasan, dunia peagent dijadikan Alif untuk menambah relasi dan teman.
”Sebenarnya tidak ada basic ataupun hobi di dunia itu. Tapi agar ada kegiatan mengisi waktu yang kosong, akhirnya masuk peagent. Setelah itu ke modeling,” terang Alif.

Terjun ke dunia peagent, diakui juga tanpa sengaja. Ketika itu ia tanpa sengaja melihat di Instagram ada ajang pemilihan Duta Wisata Barru. Selanjutnya Alif ikut dan berhasil menempati posisi runner up. Dia pun tak menyangka bisa mendapatkan juara dua.
Ketika mengikuti ajang tersebut, Alif menampilkan bakat public speaking. Ia mengaku memang suka berbicara, dan keahlian itu cukup dikuasainya. Namun, walau sudah sering melakoninya, untuk berbicara di depan umum merupakan yang pertama kalinya dilakukan kala ikut lomba.
Bekal public speaking, khususnya bahasa Inggris, diperoleh Alif ketika berada di Kampung Inggris, Kediri. Selama kurang lebih enam bulan selepsa SMA ia belajar bahasa internasional di tempat itu.
Yang membuat surprise, ketika berlangsung acara perpisahan, ia ditunjuk menjadi MC farewell party. ”Sebelumnya saya tidak pernah menjadi MC tiba-tiba disuruh melakukannya. Pakai bahasa Inggris pula. Untung bisa dimix dengan bahasa Indonesia, walau dominan bahasa Inggris,” kenangnya.

Ada kisah lucu yang tak akan pernag dilupakan oleh Alif ketika hendak berangkat ke Kediri. ”Setelah lulus SMA kan mau lanjut ke PTN, tapi belum rezekinya. Saya pikir penerimaan di PTN setahun lagi. Saya iseng tanya ke ibu, saya mau ke Kampung Inggris di Kediri. Pikiran saya, karena anak tunggal, mungkin orang tua tidak mau izinkan,” ungkapnya.
”Ma, daripada tidak kerjaan, saya mau ke Kampung Inggris. Mama saya bilang, tanya ke bapak. Akhirnya, bapak izinkan. Mama juga ikut ke sana. Menemani sampai bisa beradaptasi. Setelah itu kembali ke Barru,” tambah Alif.

Selain memiliki keterampilan berbicara, Alif ternyata punya jiwa bisnis. Sejak duduk di bangku SMA ia sudah suka berjualan, seperti baju, tas, bahkan lulur. Barang-barang tersebut ia tawarkan ke teman-teman dan juga gurunya.
”Enak juga jualan seperti itu, karena bisa dapat uang. Modalnya tidak ada. Kalau ada barang terjual, keuntungannya saya ambil, modalnya saya berikan ke pemilik barang. Jadi intinya di sini, mau kerja dulu. Modal jangan dijadikan kendala,” tandasnya.
Selain itu, Alif juga pernah berjualan keripik. Pekerjaan itu dilakoninya ketika masuk bangku kuliah. Ia tandem dengan salah seorang temanya. Hanya saja bisnis tersebut hanya berjalan beberapa bulan. Karena mereka memiliki kesibukan masing-masing akhirnya terbengkalai. Menjual kurma menjadi alternatif Alif selanjutnya.

Selanjutnya Alif fokus untuk sekolah modeling. Pada tahun 2018 AM Management akhirnya terbentuk. Alasan pendiriannya, karena agencey seperti itu belum ada di Barru. Kehadiran AM Management langsung mendapat antusias. Pertama kali didirikan, pesertanya mencapai 80-an orang. Namun, seiring berjalannya waktu dan Alif memiliki kesibukan yang lain, pesertanya tak lagi sebanyak sebelumnya.
Selain peagent dan bisnis, Alif ternyata sudah cukup lama bermain di media sosial, yakni sejak tahun 2013. Pengikutnya di Instagram bahkan sudah mencapai 40 ribuan. Tidak salah jika ia kini sudah sering mendapat permintaan untuk mereview barang. Mulai dari makanan, baju, jingga skin care. (*/rus)

Exit mobile version