MAKALE, BKM — Ketua Panitia Khusus Kelembagaan DPRD Tana Toraja Kristian HP Lambe memimpin rapat kerja (Raker) bersama Plt Sekkab Tana Toraja Suleman Malia, Ketua DPRD Welem Sambolangi, Ketua Komisi III Kendek Rante, Wakil Ketua DPRD Tana Toraja Yohanis Lintin Paembongan, dan OPD terkait membahas penggabungan beberapa OPD lingkup Pemkab Tator, Senin (26/9).
Pembahasan struktur kelembagaan berjalan alot sebab beragam argumentasi dilontarkan peserta raker. Pasalnya, penggabungan OPD apalagi ada departemennya di pusat tentu perlu kehati-hatian.
Perampingan OPD didasari oleh minimnya struktur namun kaya fungsi. Lantaran pembahasan struktur kelembagaan belum selesai di dewan membuat 10 OPD masih lowong pejabatanya dan belum diizinkan memngikuti lelang.
Usai rapat Kristian Lambe, menjelaskan beberapa OPD mengalami penggabungan diantaranya Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM.
Dinas Pertanian, Peternakan, Ketahanan Pangan, dan Perikanan. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Badan Pengelolaan, Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) ditingkatkan menjadi klasifikasi Esalon II. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menjadi klasifikasi Esalon II.
Urusan kebersihan, persampahan, dan pertamanan masuk di Dinas Lingkungan Hidup. Urusan Penerangan Jalan Umum (PJU) masuk di Dinas Perhubungan. Urusan Tempat Pemakaman Umum (TPU) masuk di Dinas PUPR, serta Urusan Pemadam Kebakaran (Damkar) masuk di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Untuk sekretariat daerah ditambah bagian keuangan, dan Sekwan bagian perundang-undangan digabung ke persidangan, dan bagian umum membidangi protokoler maupun perjalanan dinas, serta bagian keuangan.
Penggabungan OPD jelas Kristian dalam rangka efisiensi dan efektifitas kinerja yang merupakan ukuran keberhasilan. Dari segi besarnya sumber daya untuk mencapai hasil dari kegiatan yang dijalankan. Sedangkan efektifitas merupakan ukuran sejauh mana keberhasilan suatu kegiatan mencapai tujuannya. (gus/C)
