MAKASSAR, BKM — Presiden RI Joko Widodo berencana datang ke Makassar untuk menghadiri Musyawarah Rakyat (Musra) pada Minggu (2/9). Musra yang digelar untuk kedua kalinya ini dipusatkan di Celebes Convention Centre (CCC), Jalan Metro Tanjung Bunga.
Terkait Musra ini, beredar informasi jika Pemkot Makassar akan mengerahkan penjabat ketua RT/RW untuk menghadiri kegiatan tersebut. Dalam sebuah pesan berantai yang beredar melalui aplikasi WhatsApp, tertulis ajakan yang mengharuskan para penjabat RT/RW untuk ikut musra. Jika tidak bisa hadir, agar mengirimkan perwakilannya.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menegaskan tidak ada pengerahan massa seperti itu. Apalagi Pj RT/RW disuruh menghadiri Musra. Menurut Danny, kapasitas sebagai tuan rumah tentu harus menyukseskan kegiatan tersebut.
“Tidak. Jadi kita hanya ditunjuk jadi tuan rumah, karena banyak massa yang akan ikut. Termasuk dari seluruh Indonesia. Jadi kami sebatas itu saja,” ungkapnya saat ditemui usai mendampingi Menteri Hukum dan HAM yang berkunjung ke SD PAM, Jalan Ratulangi, Rabu (28/9).
Kalaupun ada massa yang diarahkan ke sana, lanjut Danny, itu karena kebetulan dirinya menjadi pembina di empat organisasi massa (ormas). Kapasitasnya untuk membawa massa ke sana juga bukan sebagai wali kota, namun sebagai pembina ormas.
“Di luar (kapasitas) saya, bukan wali kota. Saya sebagai Danny Pomanto akan mengerahkan komunitas saya. Tapi tanpa mobilitas,” kata Danny.
Itupun komunitas-komunitas tersebut nantinya akan dikumpul per kecamatan, namun bukan di kantor kecamatan. Selanjutnya mereka akan diatur untuk jalan sama-sama agar tidak macet.
Dalam kunjungan presiden kali ini, Danny akan menggunakan kesempatan untuk mengajaknya mengunjungi salah satu lorong wisata yang ada di Makassar “Ada 14 titik yang kami usulkan untuk dikunjungi presiden. Nanti bisa dipilih salah satunya,” beber Danny.
Lorong wisata tersebut, menurutnya, sebagai salah satu upaya Pemkot Makassar untuk menekan inflasi pascakenaikan BBM. Pemkot Makassar melakukan perkuatan lorong sebagai langkah mencegah inflasi.
“Di sana ada kegiatan masyarakat seperti menanam padi, buah, sayur-sayuran. Ini semua untuk perkuatan lorong cegah inflasi,” kuncinya.
Terpisah, Ketua Pro Jokowi (Projo) Sukses Herwin Niniala mengatakan, sesuai agenda, Presiden Joko Widodo masih dijadwalkan untuk menghadiri Musra Indonesia. Masyarakat umum, menurut Herwin, bisa ikut dalam musra ini karena undangan terbuka dan tidak bersifat khusus kepada pihak tertentu.
Dia pun mempersilakan masyarakat bisa datang ke CCC, karena undangannya bersifat gratis. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memikirkan siapa pemimpin penerus masa depan. (rhm)
