MALILI, BKM — Sekretariat Daerah, Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Pemkab Luwu Timur mengikuti sosialisasi penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD PG) secara virtual di Ruang Media Center Diskominfo-SP, Selasa (27/9).
Sosialisasi sebagai tindaklanjut atas surat Kemendagri, Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Nomor: 005/10805/Bangda.
Hadir Kepala Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementrian PPN/Bappenas, Direktur Gizi Masyarakat Kementrian Kesehatan, Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Direktur Sinkronisasi Utusan Pemerintah Daerah I dan III.
Sedangkan untuk Kabupaten Luwu Timur, hadir Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Amrullah Rasyid, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Sumaryanto, Dinas Kesehatan dan staf Ekbang.
Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Bangda, Nining mengatakan data indeks kesehatan pangan global yang dihimpun oleh Ekonomis Inteligen Unit tahun 2012 dan 2019 menunjukkan peningkatan kondisi ketahanan pangan dan gizi Indonesia. Namun, di tahun 2019 dan 2021 ini mengalami penurunan yang disebabkan oleh adanya indikator penilaian baru yakni sumber daya alam disamping kondisi global saat ini ialah pandemi covid 19.
“Salah satu unsur yang saat ini masih memerlukan peningkatan adalah keragaman konsumsi pangan, namun secara umum Indonesia masih berada diperingkat 69 dari 113 negara,” jelas Nining.
Dia mengatakan peta ketahanan dan kerentangan pangan provinsi dan kabupaten/kota tahun 2021 masih belum merata, hal ini menunjukkan bahwa masih perlu upaya bersama untuk meningkatkan pemerataan ketahanan pangan di seluruh daerah.
“Perlu kita ingat bersama bahwa ketahanan pangan bukan hanya sebagai alat ekonomi tetapi merupakan fungsi sosial politik baik nasional maupun global. Untuk itulah ketahanan pangan mempunyai pengaruh penting terhadap situasi yang kondusif disuatu negara,” kata Nining.
Dia menambahkan salah satu indikasi yang berhasil suatu bangsa yaitu tersedianya SDM yang berkualitas serta memiliki fisik yang tangguh, mental yang kuat, kesehatan yang prima serta cerdas.
“Keberhasilan tersebut sangat ditentukan oleh status gizi yang baik, jumlah asupan pangan yang dikonsumsi, pemenuhan pangan dan gizi untuk kesehatan warga negara merupakan suatu investasi dalam rangka meningkatkan kulaitas sumber daya manusia,” kata Nining. (rls)
