GOWA, BKM — Dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia tahun 2022, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinisi Sulawesi Selatan bersama Kodim 1409 Gowa dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Gowa melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana guna Percepatan Penurunan Stunting dirangkaikan Pelayanan KB Gratis di Klinik Pratama Polkes Kodim 1409 Gowa, Kamis, 29 September 2022.
Kepala BKKBN Sulsel, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd menyebutkan kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan kolaborasi antara BKKBN dan TNI dalam meningkatkan kesertaan ber-KB pasangan Usia Subur (PUS), mendorong percepatan penurunan Stunting untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul lndonesia.
“Untuk meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi, BKKBN bekerja sama dengan TNI sebagai mitra strategis BKKBN memberikan edukasi dan pelayanan kontrasepsi kepada masyarakat, di mana alat kontrasepsi sangat penting dalam untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, serta meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak sehingga terhindar dari stunting,” ujar Andi Rita.
Dalam kesempatan itu, dilakukan pula Dialog Interaktif secara daring bersama Ketua Umum Dharma Pertiwi, Hetty Andika Perkasa bersama Kepala BKKBN RI Dr. (HC) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dengan enam daerah di seluruh Indonesia langsung dari Kalimantan Selatan sebagai lokasi Puncak Peringatan Hari Kontrasepsi Sedunia tahun 2022.
Keenam daerah itu yakni Kabupaten Gowa, Kota Jambi, Kabupaten Merauke, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Garut, dan Kota Ambon. Daerah ini dipilih karena memiliki capaian signifikan pada pelayanan TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan tahun 2022.
Andi Rita mengatakan, TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan terpadu tahun 2022 dilaksanakan mulai 1 Agustus hingga 30 September 2022. Untuk Kabupaten Gowa, capaian hasil pelayanan sebanyak 294,3 persen atau 15.678 akseptor dari target 5.328 akseptor.
Adapun target Pelayanan KB di Kabupaten Gowa yakni meliputi MOW 77, MOP 2, IUD 111, implant 287, suntik 2585, pil KB 2057 dan kondom 209 dapat berupa peserta KB baru, ulangan dan ganti cara.
Lebih lanjut, Andi Rita menjelaskan dalam penanganan stunting, BKKBN melakukan intervensi melalui pendekatan keluarga dari hulu yang berfokus pada pencegahan terjadinya stunting. Caranya dengan melakukan pendampingan kepada keluarga-keluarga yang berisiko melahirkan anak-anak stunting. Prioritas adalah pendampingan kepada calon pengantin atau calon pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, ibu pasca salin dan anak usia di bawah dua tahun.
“Terbitnya Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting dan Perban BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 tentang RAN PASTI menjadi pendoman pemerintah dalam pelaksanaan percepatan penurunan Stunting nasional yang akan dilakukan mulai tingkat pusat, kabupaten kota, kecamatan, hingga desa kelurahan,” ungkap Andi Rita.
Disebutkan data prevalensi stunting di Sulawesi Selatan berdasarkan hasil SSGI tahun 2019 sebesar 30,59 persen, turun dari tahun 2021 menjadi 27,4 persen. Sedangkan prevalensi stunting di Kabupaten Gowa tahun 2019 sebesar 33,6 persen turun sebesar 0,6 persen menjadi 33,0 persen tahun 2021
“Kondisi ini diperlukan upaya-upaya nyata yang dapat memberikan dampak terhadap penurunan stunting untuk mengejar target 14 persen pada tahun 2024,” ujar Andi Rita
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo dalam kesempatan itu menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi TNI, BKKBN, pemerintah daerah dan mitra terkait.
“Kita menggerakkan seluruh lapisan masyarakat kalau sehabis melahirkan maka KB pascapersalinan kita gerakkan, karena jarak yang terlalu dekat dapat menyebabkan terjadinya stunting,” ucap Hasto.
“Kita telah bekerja sama antara TNI dan BKKBN, dengan melaksanakan kegiatan berupa sosialisasi pangan lestari, pemanfaatan pekarangan dan pembagian bibit tanaman,” lanjutnya.
Hasto juga menyampaikan peran TNI dalam kampanye terkait kontrasepsinya mulai dari pangdam, danrem, dandim, para Babinsa dan juga Dharma Pertiwi. Semua menggerakkan akseptor-akseptornya hingga ke daerah-daerah, dan termasuk ketahanan pangan.
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas PPKB Gowa, Sofyan Daud, S.Sos, MM, serta Dandim 1409 Gowa, Letkol Inf Muhammad Isnaeni Natsir. (*/rus)
