MAKALE, BKM — Seorang pria SK (21) warga Dusun Ratte Sarambu, Lembang Balla Kecamatan Bittuang, Tana Toraja mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri hingga tewas, Kamis (29/9) lalu. Korban ditemukan ibunya Naomi Arruan (49) bersama dua adiknya Risna (27) dan Jelvita (16).
Menurut Naomi, korban selama ini mengalami gangguan jiwa, bahkan dalam kurun waktu dua tahun terakhir rutin berobat ke Poli Jiwa RSUD Lakipadada.
Saat kejadian sekitar pukul 20.00 Wita, orang tua korban bersama saudaranya sedang berada didapur. Ketika ketiganya hendak masuk rumah, pintu terkunci dari dalam dan kamar saudaranya juga terkunci dari luar.
Karena penasaran, ibu korban mendobrak pintu depan dan mendapati korban sudah tergantung di ruang tamu menggunakan kain seprei warna merah muda dalam keadaan tewas.
”Anak saya mengalami gangguan jiwa sejak usia tiga tahun dan sering berhalusinasi tentang orang yang telah meninggal,” jelas Naomi.
Aparat kepolisian dari Polsek Saluputti bersama Unit Identifikasi Polres Tana Toraja dipimpin Kapolsek Saluputti, Iptu Zette Marrung mendatangi TKP dan melakukan olah TKP. Melakukan pemeriksaan luar pada tubuh korban dan hasil sementara tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.
”Dugaan penyebab korban bunuh diri karena depresi mengidap gangguan jiwa puluhan tahun,” tandas Kapolsek.
Keluarga korban ikhlas menerima musibah tersebut dan menolak dilakukan outopsi dibuktikan keluarga korban membuat surat pernyataan.
Jenazah korban telah disemayamkan di rumah duka di Dusun Ratte Sarambu Lembang Balla, Bittuang, Tana Toraja. (gus/C)
