MAKASSAR, BKM–Sejumlah kata atau kalimat bisa bermakna posisif bahkan negatif bila ditanggapi tidak secara bijak.
Seperti kalimat ‘curang’ yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sulawesi Selatan Imam Fauzan Amir Uskara yang viral di media.
Bahkan komisioner badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) Sulsel Syaiful Jihad juga menanggapi serius.
“Kami menyesalkan jika itu benar disampaikan. Bawaslu bersama semua komponen mendorong upaya meminimalisir tindak kecurangan. Sangat disayangkan jika ada ketua partai, tokoh politik membuat pernyataan seperti itu'”ujar Syaiful Jihad, Selasa (4/10).
Imam Fauzan mengatakan, diksi curang yang ia sampaikan adalah bentuk metafora, pemakaian kata bukan dalam arti sebenarnya, yaitu pemakaian kata-kata sebagai bentuk kiasan.
Fauzan mengatakan, pernyataan tersebut ia sampaikan dalam arena pembekalan kader PPP pada musyawarah kerja wilayah (Muskerwil) di Hotel Four Points By Sheraton Jalan Andi Djemma Kota Makassar Senin (3/10).
“Curang yang kami maksud itu jangan diartikan dalam makna negatif. Curang yang saya maksud itu adalah bergerak agresif dengan masuk ke basis elektoral lawan,” kata Fauzan, Selasa kemarin.
Fauzan mengatakan, diksi curang yang ia maksud, yaitu harapan kepada kader PPP berani bertarung dan beradu gagasan di basis lawan.
Menurutnya, kader PPP harus tampil berani menyatakan gagasan, ide, dan pikirannya kepada masyarakat untuk mendapatkan dukungan di pemilu 2024.
Fauzan melanjutkan PPP tidak pernah berbuat curang selama ini.
Menurutnya, PPP lahir dari spirit dan harapan santri dan ulama untuk mewujudkan kesejahteraan sosial melalui politik dan pemerintahan.
“PPP itu partai politik yang lahir dari gabungan empat partai keagamaan. Logonya pun memakai gambar Baitullah, jadi kita hadir untuk memperjuangkan aspirasi rakyat di politik, bukan untuk hadir berbuat curang di pemilu. Bagi kami diksi ‘Curang’ itu akronim dari Curi hatinya, Rangkul orangnya,” ujar Fauzan. (rif)

