MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar rencananya akan melaunching Commuter Metro Moda (Co’mo) yang akan menjadi moda angkutan antarlorong wisata. Wali Kota Mohammad Ramdhan Pomanto menerangkan, sebagai langkah awal pihaknya akan menyiapkan satu unit Co’mo yang akan menjadi prototipe untuk selanjutnya dikembangkan dan diperbanyak unitnya.
Saat ini, prototipe Co’mo sementara dirancang di kediaman pribadi Danny di Jalan Amirullah. Dari pantauan BKM, sejumlah orang sedang merancang bodi kendaraan. Untuk bodi mobil, digunakan tripleks sebagai mal. Nantinya, tripleks tersebut akan menjadi patron bodi kendaraan yang menggunakan fiberglass.
Danny merancang dan menggambar sendiri interior dan eksterior Co’mo ini. Tidak hanya itu, dia rela menggelontorkan dana pribadinya demi mewujudkan proyek ini. Tidak tanggung-tanggung, Danny mengaku sudah mengeluarkan anggaran sekitar Rp250 juta.
Dia menerangkan, karena merupakan kendaraan listrik, Co’mo ini dirancang menggunakan baterai ganda dengan sumber daya berasal dari solar cell yang dipasang di atap kendaraan. Disiapkan tiga baterai untuk menjalankan kendaraan ini. Satu baterai sebagai bahan bakar penggerak mesin, satu mengoperasikan instrumen yang ada di dalam kendaraan seperti televisi, musik, hingga virtual reality (VR) atau Oculus. Sementara satu baterai lagi dijadikan cadangan.
Jika satu baterai yang menjalankan mesin sudah hampir habis daya, maka akan tertukar otomatis dengan baterai cadangan. Sementara baterai yang kosong akan diisi terus dengan listrik menggunakan solar cell.
Jarak tempuh untuk satu baterai sekitar 160 km. Namun rute Co’mo ini nantinya akan diatur sepanjang 5 kilometer. Berarti bisa digunakan hingga 30 kali putaran atau rute.
Yang cukup menarik, kendaraan ini juga dilengkapi dengan oculus atau VR yang akan memandu penumpang untuk mendapatkan gambaran terkait lorong wisata yang akan dikunjungi. Seperti apa potensinya dan apakah ada kuliner unggulan di sana.
“Co’mo ini nantinya akan melayani 5.000 lorong wisata di Makassar. Termasuk ke hotel-hotel. Jadi sifatnya lebih ke tourism, baik lokal, nasional hingga mancanegara,” jelas Danny.
Kapasitas Co’mo ini dirancang agar bisa mengangkut 12 penumpang dengan erat totalnya dua ton. Setelah prototipe kendaraan ini rampung, akan diserahkan secara resmi ke Pemkot Makassar untuk difungsikan. Selanjutnya, akan dibuatkan hak patennya dan meminta izin ke Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikannya.
Khusus untuk layanan pascadioperasikan, akan disiapkan 20 stasiun Co’mo. Juga disiapkan bengkel untuk servis dan perawatan kendaraan. Co’mo ini rencananya akan dilaunching bertepatan HUT ke-415 Kota Makassar yang jatuh pada 9 November mendatang.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Makassar, Mahyuddin menjelaskan pihaknya akan menyiapkan 12 unit VR yang bisa digunakan penumpang Co’mo untuk mengetahui karakteristik lorong wisata yang akan dikunjungi.
“Kita siapkan 12 VR. Namun seperti apa teknis pemakaiannya, ada setiap penumpang bisa menggunakan satu VR satu seperti apa, itu akan diatur selanjutnya,” ungkap Mahyuddin yang dihubungi kemarin.
Saat ini, pihaknya sementara merancang dan mengisi konten untuk VR tersebut. Nantinya konten yang akan dimasukkan terkait video lorong-lorong wisata yang ada di Kota Makassar, termasuk data-data yang dibutuhkan. (rhm)
