MAKASSAR, BKM — Peristiwa kebakaran marak terjadi. Hampir setiap hari, si jago merah beraksi di kota Makassar. Bahkan, dalam sehari, terkadang lebih dari satu lokasi terjadi kebakaran.
Menyikapi persoalan itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Danny Pomanto meminta warga untuk senantiasa waspada dan mengantisipasi potensi-potensi pemicu kebakaran.
Maraknya musibah kebakaran yang terjadi di pemukiman padat penduduk, kata Danny disebabkan beberapa hal. Selain karena cuaca panas, juga karena korsleting listrik.
“Kita imbau warga untuk memperhatikan potensi yang kerap menjadi pemicu kebakaran, arus listrik, kompor, dan lainnya harus diwaspadai. Senantiasa berhati-hati,” ungkap Danny saat meninjau lokasi kebakaran di Jalan Kangkung Timur dan Jalan Bawakaraeng Kelurahan Tompo Balang, Kecamatan Bontoala, Rabu (5/10) sore.
Dia melanjutkan, Pemkot Makassar sudah membuat sistem pemadam kebakaran. Mulai dari kebakaran mobil, pemadam kebakaran motor atau damtor, hingga pemadam kebakaran lorong.
“Ada juga selimut api, itu nanti di setiap lorong wisata akan kita bekali. Pemadam kebakaran lorong juga itu kita akan prioritaskan di seluruh lorong wisata,” ungkapnya.
Pada kebakaran yang terjadi di Jalan Kangkung Timur, tercatat sebanyak sepuluh unit rumah dan kantor Lurah Tompo Balang hangus dilalap api pada Selasa 4 Oktober. Insiden yang terjadi pada pukul 11.12 wita diduga karena korsleting arus pendek listrik.
Saat meninjau lokasi kebakaran, Danny yang didampingi Camat Bontoala, Arman Nurdin, langsung mengecek jumlah korban yang terdampak musibah kebakaran.
Danny Pomanto juga turun langsung melihat puing-puing sisa kebakaran. Termasuk meninjau Kantor Lurah Tompo Balang yang ikut dilalap api.
“Saya minta kepada para korban untuk bersabar dengan adanya musibah ini. Insyaallah ada berkah di balik semua ini,” ucap Danny dengan lirih.
Saat mengecek data kebakaran, Danny sempat menegur Camat Bontoala dan Lurah Tompobalang karena data korban tidak sama.
Berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran, sejak Januari hingga September 2022, sebanyak 120 peristiwa kebakaran terjadi di Kota Makassar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Hasanuddin, menjelaskan peristiwa kebakaran terbanyak terjadi di bulan Agustus dengan jumlah kasus 17, Maret 15 kasus.
Sementara pada bulan April, Juli, dan September 13 kasus, Juni 12 kasus, Januari 11 kasus, dan Februari 10 kasus.
Penyebab kebakaran kebanyakan disebabkan oleh arus listrik. Dalam periode sembilan bulan tersebut, jumlah kerugian akibat kebakaran mencapai Rp15,695 miliar.
“Selama Januari hingga September tercatat 69 kasus kebakaran disebabkan oleh arus listrik,” tandasnya. (rhm)
