Site icon Berita Kota Makassar

Disdag Siapakan 39.000 Paket untuk Pasar Murah

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar akan menggelar pasar murah di 15 kecamatan sebagai salah satu langkah mengendalikan inflasi pasca kenaikan bahan bakar minyak. Pasar murah ini akan digelar selama tiga kali. Masing-masing satu kali pada Oktober, November, dan Desember.
Kepala Dinas Perdagangan (Kadisdag) Makassar Arlin Ariesta menjelaskan, selain untuk mengendalikan inflasi, agenda pasar murah ini juga untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan barang sebagai tindak lanjut Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 500/4825/SJ tentang Penggunaan Belanja Tidak Terduga Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Daerah.

Sebelum digelar pasar murah, kata Arlin, pihaknya melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah stakeholder, termasuk pihak kecamatan dan kelurahan. “Ada sejumlah poin yang kita sampaikan kepada pihak kecamatan dan kelurahan,” ungkap Arlin.
Dia mengatakan, pelaksanaan operasi pasar murah ini untuk membantu mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok. Kata Arlin, sasaran dari operasi pasar murah adalah masyarakat berpenghasilan rendah dengan kriteria yang telah ditetapkan sesuai Peraturan Walikota Makassar! Nomor 63 Tahun 2021.
Kriterianya, mempunyai sumber mata pencaharian tetapi memiliki kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar Mempunyai pengeluaran sebagian besar yang digunakan untuk memenuhi komsumsi makanan pokok dengan sangat sederhana, dan/atau masyarakat terdampak Covid-19 yang berpenghasilan rendah.

Syarat khusus yang ditetapkan adalah masyarakat miskin atau yang berpenghasilan rendah dan tidak tercatat sebagai penerima BLT BBM, disesuaikan dengan jumlah alokasi paket per kelurahan. Data tersebut paling lambat diterima oleh Dinas Perdagangan hari ini, Senin, 10 Oktober 2022.
“Jadi kami minta setiap kelurahan mendata seluruh warga yang berhak untuk ikut pasar murah. Kriterianya, mereka bukan penerima BLT BBM,” kata Arlin.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disdag Makassar Wahyuddin Ali Ahmad mengatakan, saat ini pihaknya masih sementara menunggu pendataan dari kecamatan untuk mengetahui berapa banyak penerima kupon. Menurutnya, sesuai nama kegiatannya, pasar murah berarti masyarakat bisa menebus barang kebutuhan pokok yang disiapkan dengan harga murah, di bawah harga pasar. Warga yang memenuhi kriteria nantinya akan diberi kupon untuk menebus paket barang yang telah disiapkan.
Untuk pasar murah Pemkot Makassar ini, kata Wahyuddin, pihaknya akan menyiapkan sebanyak 39 ribu paket yang akan dibagi selama tiga bulan. Setiap bulan akan disalurkan sebanyak 130 ribu paket. Jenis barang masuk dalam paket pasar murah ini adalah beras 5 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kilogram, dan susu kental manis.

“Jadi ada empat jenis barang. Harga satu paket masih perlu dikoordinasikan lebih dulu. Kami masih melakukan analisa harga. Namun pasti akan lebih murah dari harga di pasaran,” ungkapnya.
Untuk pembagian kupon nantinya akan diserahkan ke kecamatan sesuai dengan jumlah warga yang telah didata. (rhm)

Exit mobile version