MAKASSAR, BKM — Progres preservasi ruas Jalan Antang Raya di Kota Makassar, hingga kini masih terus berlanjut. Terbaru, ruas jalan tersebut ditutup untuk melancarkan proses pengerjaan betonisasi.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jalan Antang Raya Surya Kencana, mengatakan pengerjaan ruas jalan yang rusak bakal selesai bulan November 2022 mendatang. Kendati demikian, target penyelesaian itu tergantung dari cuaca mengingat saat ini telah masuk musim hujan.
“Tergantung dari cuaca. Karena ini kan bulan 10. Bulan 11 bisa rampung. Bisa dimanfaatkan jalannya bulan November insyaallah. Selama tidak ada kendala,” kata Surya, Minggu (9/10).
Surya menjelaskan, ruas Jalan Antang tutup untuk sementara sejak Sabtu (8/10) karena proses betonisasi. Kendati demikian, jalan tersebut hanya ditutup dua hari dan akan kembali normal pada Senin (10/10) hari ini.
Penutupan jalan itu tepatnya di pertigaan Jalan Ujung Bori Raya, sampai dengan Jalan Pertigaan Perumnas Antang. Selama penutup itu, pengendara harus mencari alternatif jalan lain.
Setelah ditutup dua hari, jalan tersebut akan dibuka kembali. Namun pengerjaan tetap dilanjutkan dengan sistem buka tutup agar tidak terlalu mengganggu pengendara.
“Ke depan kita buka tutup saja ini jalan. Sampai dari 275 meter. Ini yang utama kan kendala lalu lintas. Jadi pengerjaannya mungkin kalau siang kan, kalau badan jalannya malam bisa dikerja,” katanya.
Surya menjelaskan bahwa konstruksi pengerjaan yang akan digunakan adalah betonisasi. Konstruksi ini dipilih lantaran jalan beton dinilai pas dengan kondisi wilayah di sana yang rawan banjir.
Perbaikan jalan dengan teknik betonisasi akan lebih tahan lama dan menyerap air. Pasalnya, kondisi ruas jalan rusak di Antang selalu tergenang karena sistem drainase buruk.
“Itu disesuaikan dengan kondisi di sana. Kan di sana daerah banjir, jadi dibeton. Kalau aspal tidak tahan lama, dan itu sudah termasuk juga pengerjaan drainasenya, jalanan suka terendam air,” jelas Surya.
Beberapa bulan terakhir, kondisi salah satu ruas Jalan Antang Raya kerap dikeluhkan pengendara karena kondisinya yang memprihatinkan. Banyaknya lubang yang cukup dalam tak ayal membahayakan pengendara apalagi di saat tergenang air.
Pemprov Sulsel pun mengalokasikan anggaran senilai Rp7 miliar untuk pengerjaan jalan tersebut.
Panjang ruas jalan yang akan dikerjakan berkisar 500 meter. Jalan yang rusak akan dibeton mulai dari perempatan Pannara di Jalan Borong Raya hingga Jalan Tamangapa Raya.
Rekonstruksi ruas Jalan Antang Raya yang rusak akan dikerjakan bertahap. Untuk tahun ini, Dinas PUTR janya fokus pada pengerjaan jalan rusak saja sedangkan rekonstruksi keseluruhan baru akan dianggarkan pada tahun 2023. (jun)
