MAKASSAR, BKM — Sebanyak 117 taruna taruni Politeknik Maritim (Polimarim) AMI mengikuti ujian karya ilmiah terapan periode pertama Oktober tahun akademi 2021-2022, Selasa (11/10). Ujian yang berlangsung di Aula Kampus Polimarim AMI Jalan Nuri ini dibuka langsung oleh Direktur Dr H Amrin Rani.
Keseluruhan peserta ujian berasal dari tiga program studi. Masing-masing 40 orang dari prodi kepelabuhanan, 43 dari prodi nautika, serta 34 dari permesinan kapal.
Dalam arahannya, Dr Amrin Rani mengapresiasi kerja-kerja pada pembimbing dan konsultan yang selama ini mendampingi para taruna. Kepada penguji, ia meminta agar melaksanakan tugasnya secara obyektif.
”Berhasil tidaknya anak yang diuji sangat ditentukan oleh penguji. Inilah saatnya penguji memberikan kesan yang akan diingat anak-anak kita sepanjang hidupnya,” kata Amrin.
Ia pun mengingatkan bahwa para penguji dan dosen lainnya pernah mengalami hal yang sama, ketika cukup lama mempersiapkan untuk menjalani ujian, namun pertanyan yang muncul kadang melenceng.
”Janganlah menguji di luar yang dikuasai. Apalagi kampus kita ini perguruan tinggi vokasi terapan. Jadi jangan terlalu jauh melenceng dari karya yang ditulis,” harap Amrin.
Ia juga mewanti-wanti untuk tidak pilih kasih kepada peserta ujian. ”Sebab mereka adalah anak didik kita. Semua dari kita harus selalu berdoa agar mereka bisa cepat selesai. Selanjutnya, bisa mencapai prestasi yang pernah didapatkan oleh penguji,” imbuhnya.
Amrin mengingatkan bahwa pencapaian taruna ditentukan di ujian akhir. Nilai yang diperolehnya dalam pelaksanaan ujian ini akan memengaruhi raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). ”Bagaimana mereka bisa bersaing di dunia kerja kalau IPK di bawah standar. Sementara IPK standar itu 3,0 ke atas. Jadi saya minta agar pemberian nilai memenuhi rasa keadilan,” tandasnya.
Walau begitu, ia tetap meminta kepada Bagian Akademik untuk tetap selektif. Tidak mengeluarkan ijazah bila masih ada waktu untuk perbaikan karya tulis ilmiah. ”Penuhi persyaratan yang berlaku. Jangan ada yang potong kompas,” pesan Amrin.
Di bagian akhir sambutannya, Amrin menegaskan bahwa dirinya akan memantau langsung pelaksanaan ujian karya tulis ilmiah ini. Prof Dr Jasruddin menjadi salah satu dari tim penguji. (*/rus)
