MAKASSAR, BKM–Partai politik (Parpol) maupun bakal calon anggota legislatif (Caleg) bisa juga diuntungkan oleh calon presiden (Capres) yang memimiliki elektoral yang tinggi.
Sebaliknya, Parpol dan Caleg kurang mendapat perhatian dari pemilih jika capresnya kurang layak diperhitungkan.
Hal itu terungkap dalam diskusi lepas yang digelar di DPRD Sulsel, Selasa (11/10).
“Kalau Capresnya disenangi oleh pemilih, maka bisa jadi partai dan caleg ikut merasakan dampaknya,”ujar Anggota DPRD Sulsel yang minta namanya tidak ditulis.
Saat ini, banyak Anggota DPRD Sulsel yang akan bersaing ke DPR RI atau senayan, khususnya di daerah pemilihan (Dapil) I Sulsel atau Makassar A.
Sedikitnya ada tiga dari sembilan Anggota DPRD Sulsel dari Dapil Makassar A diantaranya Andre Prasetyo Tanta dari Partai Nasdem, Sri Rahmi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta Imam Fauzan dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Adapun politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rudi Pieter Goni belum memastikan apakah dirinya maju ke senayan atau tetap melirik provinsi.
Berbeda dengan politisi Golkar Andi Debby Purnama, politisi Nasdem Andi Racmatika Dewi, politisi Gerindra Edwar Wijaya Horas, politisi Demokrat Andi Januar Jauri Dharwis serta politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Fauzi Andi Wawo tetap bersaing ke parlemen Sulsel.
Andre Prasetyo, Sri Rahmi dan Imam Fauzan akan maju lewat daerah pemilihan Sulsel I meliputi Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan Selayar.
Sri Rahmi yang dikonfirmasi membenarkan bila dirinya belum memasang alat peraga atau sosialisasi.
“Belum ada terpasang”ujar Sri Rahmi yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel ini. (rif)

