MAROS, BKM — Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) menggelar pameran karya siswi dalam program Learning Exhibition. Kegiatan yang berlangsung di auditorium Darul Istiqamah, Minggu (9/10) ini mengambil tema Merdeka Belajar, Merdeka Berbagi untuk Generasi Inovatif.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Indra Mauraga, menjelaskan, Learning Exhibition merupakan program yang dilaksanakan SPIDI per triwulan proses pembelajaran di sekolah.
”Jadi dalam kegiatan ini, anak-anak mempresentasikan hasil karyanya dihadapan orangtua. Jika biasanya mid semester dilakukan dengan ulangan atau ujian tulis, di sini para siswi membuat karya yang lahir dari proses outing berupa fieldtrip maupun overisland,” ungkapnya.
Direktur Pendidikan SPIDI, Riza Sativani Hayati, menjelaskan, ada 108 karya ilmiah dan 98 hasil project siswa Sekolah Alam Darul Istiqamah (Day Care, TAUD, SD), Sekolah Putri Darul Istiqamah (SMP SMA), dan Darul Istiqamah Boarding School (MTs/MA).
”Kami berharap, semoga program ini bisa memberikan inspirasi bagi semua sekolah untuk mengajak anak-anak terus semangat belajar dan berkarya,” ungkapnya.
Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Provinsi Sulsel, Amran yang hadir dalam kegiatan ini, turut memberikan apresiasi yang tinggi kepada SPIDI yang telah menghadirkan program ini sebagai metode evaluasi yang menarik bagi peserta didik.
”Secara pribadi saya selalu bangga dan mengapresiasi seluruh program yang terus dilaksanakan SPIDI. Termasuk kegiatan ini. Program yang telah ditetapkan pak menteri, yakni merdeka belajar, merdeka berbagi, itu semua sudah ada di SPIDI,” tuturnya.
Berbagai project yang telah dihasilkan para siswi antara lain, Komik Digital Islami, Kamus Iftah, Dongeng Digital, Virtual Borobudur, Maket, Mading 3D, Flashcard Hijaiyah, Dongkrak Hidrolik, Mesin Pembangkit Listrik, Herbarium, Ecopreneur, dan berbagai proyek menarik lainnya.
Salah satu orang tua santri mengungkapkan rasa bangganya karena dapat melihat perkembangan serta hasil karya anaknya yang membuat Komik serta Dongeng Digital Islami yang berbahasa Jepang dan Inggris.
”Masyaa Allah, tentunya sangat bangga dengan hasil karya ananda. Anak-anak sangat kreatif bisa membuat komik dengan berbagai bahasa, semangat anakku, saya sangat suka dengan program evaluasi ini,” ungkap ibunda Khanza Thalita Athaya kelas 8 SMP. (ari/c)
