MAKALE, BKM — Yayasan Eran Sangbure Mayang (YESMa) mitra Yayasan Bakti Makassar menggelar pertemuan pembentukan forum media di Cafe Buli-Buli, Makale, Selasa (11/10).
Officier Yesma Lenynda Tondok menjelaskan, program Inklusi kerjasama Pemerintah Indonesia dan Australia . Mewujudkan program lebih efektif dan sesuai sasaran Yesma melibatkan pemerintah, DPRD, LSM dan pemerhati, serta media.
Menurut Lenynda, di Tana Toraja program inklusi Yesma sudah jalan di enam kecamatan dan 15 kelurahan dan lembang. Pihaknya berharap forum diskusi hari ini media lebih berperan dan peka terhadap persoalan dan fenomena kekerasan perempuan dan layanan masyarakat.
Lenynda tidak menimpali semua persoalan ditengah masyarakat menjadi perhatian pemerintah bersama Yesma kemudian dipublish media, sehingga program inklusi didaerah ini lebih efektif dan efisien.
Diakui Lenynda, Yesma memberikan perhatian khusus kepada anak-anak dan perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga, serta kelompok disabilitas dan masyarakat kurang mampu.
”Kita sepakat dengan mitra kerja mandiri menjalankan program inklusi termasuk biaya program sebab tujuannya sama. Dan yang terpenting bagaimana memberikan perhatian, didikan anak dan perempuan korban kekerasan rumah tangga. Demikian pula penyandang disabilitas, masyarakat tidak mampu ekonomi, baik pendidikan dan Kesejahteraan sosial,” jelasnya.
Program Yesma sala satunya mengatasi krisis sosial seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak. Demikian pula kemiskinan dan perceraian tinggi di Tana Toraja diatasi secara bersama.
Lima manfaat akan dicapai dari program inklusi karena dirasakan dan dinikmati, selain kelompok disabilitas, juga lansia, perempuan kepala keluarga, perempuan korban kekerasan, dan keluarga marginal di wilayah program.
Kedepan tidak ada lagi merasa tertinggal dan menjadi penonton, termasuk kesetaraan gender, maupun menurunkan angka perceraian. Apalagi program inklusi Yesma bertujuan memberdayakan masyarakat termarjinalkan. (gus/C)
