BULUKUMBA, BKM — Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menggelar Bazar Pangan Murah (BPM) di halaman Masjid Islamic Center Dato’ Tiro, Rabu – Kamis, (1-12/10).
Sekdis Pertanian dan Ketahanan Pangan Arie Hamzah menjelaskan kegiatan BPM merupakan upaya pemerintah untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau dan berkualitas.
Tujuannya mendekatkan dan mempermudah akses pangan ke masyarakat, serta memotong mata rantai distribusi pangan dari produsen dan langsung disalurkan ke masyarakat sebagai konsumen sehingga harga yang diperoleh lebih murah dari hargapasar.
“Intinya kita ingin menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen,” ungkapnya.
Dengan Bazar Pangan Murah, maka secara tidak langsung berperan sebagai stabilizator dalam menjaga pasokan pangan pemerintah bersama masyarakat.
“Bazar Pangan Murah ini membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok makanan dengan
harga lebih murah dari harga pasaran,” tambahnya.
Berbagai bahan kebutuhan yang dijual diantaranya beras, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, gula pasir, cabe rawit, serta komoditas pangan lainnya seperti aneka sayuran dan produk pangan olahan lokal yang dipasarkan oleh UMKM.
Adapun vendor/pemasok/suplier yang berpartisipasi antara lain Bulog, Gapoktan, Kelompok Wanita Tani, dan UMKM se-Kabupaten Bulukumba.
Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf saat membuka bazar mengatakan kenaikan harga BBM berdampak kepada stabilitas ekonomi, dengan kenaikan harga bahan pokok dan kebutuhan hidup lainnya.
Pemerintah selalu berupaya mengendalikan harga pangan guna menurunkan pengaruh komponen pangan terhadap inflasi. Bahan pangan pokok dan strategis harus tersedia dalam jumlah yang memadai, memenuhi standar mutu serta pada tingkat harga yang wajar untuk menjaga keterjangkauan dan daya beli pangan masyarakat.
“Pemerintah terus berupaya mendorong langkah stabilitas harga guna menurunkan harga beberapa bahan pangan yang mengalami trend kenaikan karena dampak kenaikan harga BBM dan kenaikan menjelang akhir tahun,” imbuhnya.
Inflasi kata Andi Utta menjadi momok yang menakutkan mulai dari pusat sampai daerah. Namun ia selalu optimis jika daerah memperkuat ketahanan pangan maka dalam kondisi apa pun Bulukumba bisa atasi.
Untuk memperkuat ketahanan pangan, Andi Utta kembali menghimbau agar masyarakat memaksimalkan lahan yang ada dengan tanaman produktif, baik untuk tanaman jangka pendek atau jangka menengah.
“Jika penanaman ini dilakukan secara massif, dalam kondisi atau ekonomi apa pun, kita optimis Bulukumba tetap aman,” kata Andi Utta. (min/C)
