MALILI, BKM — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Luwu Timur menerima kunjungan Dinas Kominfo-SP bersama media partner Pemkab Lutim di Aula Kantor DP2KB baru-baru ini.
Rombongan Diskominfo diterima Kepala Dinas P2KB Lutim, Hj Puspawati Husler beserta sejumlah pejabat. Sementara dari Dinas Kominfo-SP, hadir Sekdis Yulius, Kabid Informasi, Komunikasi Publik dan Kehumasan, Hayati Ilyas, Pejabat Pranata Kehumasan, Fynka Amandasari, dan beberapa Media Partner Pemkab Luwu Timur.
Sekdis Kominfo-SP, Yulius menjelaskan, kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi antara Dinas P2KB dan Diskominfo dalam rangka pengambilan data dan wawancara khusus terkait capaian program SKPD tahun 2021 dan kegiatan 2022.
Kepala DP2KB Lutim, Puspawati Husler melalui Kepala Bidang Keluarga Berencana,Suliati menjelaskan tugas utama dinas P2KB adalah menurunkan angka kelahiran, meningkatkan indeks pembangunan keluarga seperti yang tertuang dalam indikator kinerja utama Dinas P2KB Kabupaten Luwu Timur.
Menurunnya angka kelahiran, dimana targetnya 2,66 persen ternyata yang terealisasi 2,79 persen, yang artinya belum mencapai target. Karena semakin menurun pencapaiannya, maka kegiatan atau indikator ini dikatakan berhasil.
“Inilah yang merupakan kerja kami untuk lanjutan tahun 2022 ini bagaimana bisa menurunkan lagi Total Fertility Rate (TFR) atau menurunnya angka kelahiran sesuai indikator atau sesuai target yang ditetapkan,” bebernya.
Untuk pengendalian penduduk, penguatan pada pengolah kependudukan yang belum optimal yang merupakan isu-isu dan penggunaan alat kontrasepsi yang belum mencapai secara keseluruhan, artinya persamaan usia subur ini tidak semuanya ber-KB, sehingga Dinas P2KB memiliki kegiatan bagaimana supaya penggunaan alat kontrasepsi bagi pasangan usia subur atau masyarakat meningkat.
“Belum optimalnya keluarga yang mengetahui fungsi keluarga maka kami sering mengadakan penyuluhan-penyuluhan, kemudian kami juga memiliki tenaga lapangan yang membantu kita dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya Keluarga Berencana,” jelas Kepala Bidang Keluarga Berencana.
“Kemudian pernikahan Usia Anak juga masih ada terjadi, masih ada juga pasangan yang PUS (Pasangan Usia Subur) yang belum terlayani, jadi ini merupakan tugas kami sehingga isu-isu strategis ini merupakan kerja kami untuk dituangkan dalam program dan kegiatan,” tandas Suliati. (rls)
