Site icon Berita Kota Makassar

Si Bungsu yang Mandiri dan Suka Matematika

ANAK bungsu biasanya identik dengan sikapnya yang manja. Tapi tidak dengan Yosua. Ia terbilang mandiri dan mengurus segala sesuatunya sendiri.

TAK hanya itu, prestasi juga berhasil disandangnya. Di dunia pageant yang kini dilakoninya, pemilik nama lengkap Yosua Rich Aviel Abadi ini merupakan penyandang titel Putra Pariwisata 2022 Kategori Pra Remaja. Usianya kini memang baru 13 tahun.
Selain itu, setahun sebelumnya Yosua menyandang gelar sebagai juara runner up I Duta Pelajar 2021 tingkat Kabupaten Bone. Selanjutnya mengikuti ajang serupa pada tingkat provinsi. Ia pun meraih Best Talent. Bakat yang ditampilkannya adalah bermain gitar sambil menyanyi.
Siswa kelas IX sebuah SMP swasta di Bone ini ikut ajang Duta Pelajar mewakili sekolahnya. Yosua menyebut matematika ketika ditanya tentang mata pelajaranyang disukainya.
”Saya suka matematika. Seru kalau dimengerti. Kalau pelajaran lain lebih banyak membacanya. Saya lebih suka menghabiskan waktu untuk berpikir dan memahami,” ujar Yosua ketika menjaid narasumber untuk siniar kanal Youtube Berita Kota Makassar.
Untuk dunia pariwisata, Yosua mengaku sudah tertarik sejak lama. Di Bone, dia menyebut sebuah destinasi wisata bernama Gua Mampu. Dirinya tertarik karena ada kisah mistisnya.

”Dari ceritanya, itu adalah gua kutukan. Satu desa dikutuk menjadi batunya. Jadi batu yang ada dalam gua itu berbentuk. Ada yang seperti petani, ada juga seperti buaya. Karena kagum, saya kemudian tertarik untuk memperkenalkannya lebih jauh lagi,” tuturnya.
Apa yang dilakukan Yosua ternyata mendapat dukungan penuh dari orang tua, terutama ibunya. Bahkan, sang ibu selalu mendampinginya ketika mengikuti ajang pemilihan model.
”Waktu itu karanti selama empat hari. Di hari kedua kan kita berangkat ke Pangkep, dari jam 8 pagi sampai jam 10 malam. Mama ikut antar dan sama-sama sampai pulang,” ungkap bungsu dari dua bersaudara ini.
Kakak Yosua kini berusia 17 tahun. Dulunya ia ingin menjadi dokter kecantikan. Belakangan menggeluti fashion designer.
”Waktu mau ikut pemilihan yang terakhir, saya minta untuk dibuatkan desain baju. Dia sempat kaget awalnya. Tapi dibuatkan desain dengan motif merak. Padahal dulunya dia tidak bisa gambar,” terangnya.
Tentang parenting di rumah yang diajarkan oleh ibunya, Yosua menyebut tentang kemandirian. Mamanya yang sibuk membuat sang anak mesti mengurus sendiri bajunya. Jika hendak keluar untuk mengikuti lomba, Yosua disuruh pilih sendiri mana yang mau dibawa. Ia mengaku dilatih bagaimana bisa memanfaatkan waktu yang ada tanpa bantuan orang tua. Termasuk dalam belajar.

”Memang, anak bungsu sering dibilangi manja. Tapi itu saya tidak hiraukan. Buktinya, sekarang bisa jadi Putra Pariwisata,” tandasnya.
Tentang apa yang akan dilakukan dengan gelarnya sebagai Putra Pariwisata 2022 Kategori Pra Remaja, Yosua menjelaskan bahwa dirinya akan mempromosikan pariwisata, khususnya di Sulsel. Apalagi, Indonesia saat ini belum dilihat sebagai negara yang patut dikunjungi. Rerata wisatawan selama ini berkunjung ke Bali.
”Sedangkan di Sinjai saya dengar memiliki air terjun yang sangat indah. Jadi surga dunia itu tak hanya ada di Bali, tapi juga di Sulsel. Karena itu saya akan terus berusaha untuk memperkenalkan sektor pariwisata kepada orang-orang,” tandasnya. (*/rus)

Exit mobile version