MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pertanahan terus berupaya membuat alas hak sejumlah bidang lahan yang terdaftar sebagai aset milik Pemkot Makassar. Pada Rabu (19/10), sebanyak delapan bidang lahan disertifikatkan. Termasuk di dalamnya adalah alas hak anjungan Pantai Losari.
“Jadi hari ini (kemarin) ada delapan sertifikat lahan yang sudah selesai kita serahkan ke Bapak Wali Kota,” ungkap Kepala Dinas Pertahanan Makassar, Akhmad Namsum.
Delapan sertifikat tersebut, masing-masing tiga merupakan sertifikat untuk bidang lahan di Anjungan Pantai Losari. Sementara lima sertifikat merupakan alas hak untuk lahan di kawasan Untia.
Sebenarnya, kata Akhmad Namsum, untuk Anjungan Pantai Losari, ada empat sertifikat yang bisa diserahkan. Namun satu sertifikat agak telat proses administrasinya karena lurah setempat terlambat menandatangani dokumen yang ada. “Tapi dalam satu atau dua hari ke depan sudah rampung itu,” jelas Akhmad.
Dengan adanya alas hak untuk lahan di kawasan Untia dan Anjungan Pantai Losari, maka kegiatan atau proyek fisik yang akan dibangun di dua lokasi tersebut tidak lagi terkendala.
Sedianya, tahun ini lokasi di kawasan Untia akan dibangun kawasan olahraga Makassar Corp City Arena (Macca). Namun karena terkendala alas hak, proyek prestisius tersebut batal dibangun.
Sementara di kawasan Anjungan Pantai Losari, Pemerintah Kota Makassar berencana untuk membangun Japparate sepanjang satu kilometer lebih hingga ke Benteng Rotterdam. Termasuk penataan kawasan Pantai Losari.
“Dengan terbitnya alas hak dua lokasi tersebut yang memang tercatat sebagai aset Pemkot Makassar, maka tidak ada kendala lagi jika ingin membangun proyek fisik di sana,” ungkap Akhmad Namsum.
Proses pesertfikatan kedua lokasi tersebut berlangsung selama tiga bulan. Itu merupakan sebuah serius yang telah dilaksanakan Dinas Pertanahan dan menjadi salah satu kado istimewa untuk Hari Jadi ke-415 Kota Makassar yang diperingati setiap tanggal 9 November.
Luasan lahan yang berhasil disertifikatkan tersebut berkisar ribuan meter persegi. Itu merupakan aset yang cukup bernilai harganya. Selanjutnya, kata Akhmad, pihaknya juga menargetkan akan merampungkan alas hak Taman Macan.
“Untuk Taman Macan, sekarang permohonan kami sudah ada di BPN. Mudah-mudahan Taman Macan menjadi bagian yang akan keluar sertifikatnya tahun ini. Kita upayakan sebelum HUT Kota Makassar sudah ada juga,” jelas Akhmad.
Tahun ini, tambah Akhmad Namsum, pihaknya menargetkan sekitar 83 sertifikat lahan fasum dan fasos yang bisa diterbitkan. Sebagian besar di antaranya merupakan lahan sekolah.
Sejauh ini, Dinas Pertanahan Makassar sudah mengajukan pengurusan sertifikat sebanyak 86 bidang lahan sekolah.
Namun sebanyak 83 yang terproses. Tiga di antaranya tertunda karena ternyata ada alas hak yang tercatat atas nama orang lain sehingga harus dicermati. Artinya, tidak otomatis bisa dibuatkan sertifikatnya, karena jangan sampai sudah dilakukan pembebasan atau hibah namun memang belum terpisah dari sertifikat induknya.
Khusus untuk sekolah, ada tujuh yang akan terbit sertifikatnya dalam waktu dekat. Yakni SD Inpres Parang, SD Sambung Jawa, SD Inpres Pampang, SD 49, SD Inpres Tidung 2, SD Inpres Karuwisi 2, dan SD Inpres Minasa Upa.
Tahun depan diharapkan lebih banyak lagi aset fasum fasos milik Pemkot Makassar yang bisa disertifikatkan karena sudah terbentuk Tim Percepatan Pensertifikatan.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengaku cukup lega dengan terbitnya sertifikat di dua lokasi strategis yang merupakan aset Pemkot Makassar itu. “Artinya, semua yang akan kita lakukan atau kerjakan di dua lokasi tersebut sudah aman karena sudah ada alas hak-nya. Tadinya kan mau dikerja tahun ini tapi ditunda tahun depan karena harus lengkap alas haknya semua. Tapi ini sudah aman,” ungkap Danny ditemui di Balai Kota, kemarin.
Dia menekankan tidak ada lagi keraguan untuk melaksanakan proyek fisik di dua lokasi yang sudah mengantongi sertifikat tersebut. “Proyek di Untia, yakni Macca sudah bisa jalan tahun depan. Begitu juga Japparate, Government Centre, fiks bisa dilaksanakan tahun depan,” tandasnya. (rhm)
