Site icon Berita Kota Makassar

Ayahnya Tukang Cuci Piring, Latihan Nyanyi Bersama Ibu

BAGI masyarakat Sulsel, nama Zulaykha Febrianti Jamal mungkin tidak terlalu banyak yang mengetahuinya. Namun, ketika menyebut Ica Pinrang, langsung banyak yang meresponsnya bahwa itu adalah penyanyi bersuara melengking peserta Dangdut Academy (DA) 5 Indosiar.

CEWEK yang kini berusia 15 tahun itu memang tengah mengadu nasib di panggung musik pencarian bakat penyanyi dangdut. Tidak mengherankan, karena anak ketiga dari empat bersaudara ini sudah senang menyanyi ketika masih kecil dan duduk di bangku SD.
Ditemui di kediamannya Jalan Lamuru, Kota Makassar, Sri Titik Utami, ibunda Ica berkisah tentang putrinya itu. ”Waktu itu ulang tahun kakaknya. Dia minta naik ke panggung dan mengaku pintar menyanyi. Omnya antar ke atas panggung. Ternyata memang pintar menyanyi,” ungkap Titi, sapaan akrab Sri Titik Utami.
Diketahui memiliki bakat menyanyi, Ica kemudian mendapat tawaran dari pemain musik elekton untuk ikut bergabung. Jadilah ia berkeliling menyanyi dari panggung ke panggung.
Tentang Ica yang membawa nama Pinrang di ajang DA5, Titi punya kisahnya. Ketika sedang tidak bersekolah, ia meminta izin ke orang tua untuk pergi ke rumah neneknya di Pinrang. Ica memang senang tinggal di sana, karena ada cucu yang lain menemani sang nenak.
Akhirnya, dia pun bolak balik ke Makassar. Bila ada job untuk menyanyi ia dipanggil oleh yang punya elekton. Hingga akhirnya dibuatkan KTP khusus dengan alamat domisili di Kabupaten Pinrang.
Pada tahun 2020 Ica pernah mendaftar audisi untuk ajang yang sama. Walau lolos, ia tidak bisa berangkat ke Jakarta sebab umurnya belum mencukupi.
Namun Ica tak patah semangat. Dua kali gagal ke Jakarta, ia tetap mendaftar untuk ikut audisi. Hingga akhirnya di tahun 2022 ikut lagi dan berhasil masuk studio Indosiar.
”Waktu mau ikut audisi, dia sampaikan ke saya. Audisinya secara online. Dia kemudian sewa kamar hotel sehari ada ada peralatannya untuk menyanyi. Dia pakai uangnya yang disimpan-simpan dari hasil menyanyinya selama ini,” terang Titi.
Untuk urusan menyanyi dari panggung ke panggung, Titi mengaku pernah mengantarnya hingga Takalar dengan mengendarai sepeda motor. Ica yang mengendarai motor dan Titi di boncengannya.

”Begitu lolos audisi dan sampai ke Jakarta, saya selalu memotivasinya. Siapa tahu ini rezekinya untuk bisa membantu orang tua. Penampilannya juga tidak mengecewakan,” ungkap Titi sambil meneteskan air mata.
Selama ini, menurut Titi, Ica biasa latihan sendiri di rumah sambil mendengar lagu-lagu dangdut. Biasa pula Titi menemani putrinya. Ibaratnya buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Sebab Titi juga pintar menyanyi. Termasuk kakak Ica yang sudah menikah, juga jago berolah vokal.
Titi kemudian berkisah tentang perjalanan Ica di panggung DA5. Sang anak sempat dua kali tersenggol. Namun bisa eksis hingga saat ini.
”Mudah-mudahan tercapai cita-citanya anakku, sehingga bisa membahagiakan orang tuanya. Kalau mau pergi ke studio selalu menelepon saya atau bapaknnya. Dia selalu minta didoakan,” terangnya.

Usia bertemu Titi, BKM mendatangi tempat kerja Jamaluddin, ayah Ica. Ia bekerja sebagai tukang cuci piring dan membantu melayani pembeli yang berkunjung di warung coto Lamuru, tak jauh dari tempat tinggalnya.
Pria asal Pinrang ini mengaku sudah kurang lebih 20 tahun tinggal di Makassar. Sejak dirinya menikah dengan Titi hingga sekarang.
”Saya sampaikan ke Ica, kalau di sana (Jakarta) ditanya apa pekerjaan bapaknya, bilang saja bapakku tukang cuci piring. Jangan ada yang disembunyikan. Kejujuran harus diutamakan. Itu yang selalu saya tanamkan ke Ica dan saudaranya,” ujar Jamaluddin sambil melakukan tugasnya mencuci piring.
Sempat dua kali tersenggol namun tetap bisa tampil ke tahap selanjutnya di DA5, menurut Jamaluddin, itu semua menjadi urusan Tuhan. Karena mungkin saja masih banyak yang lebih baik dari Ica, namun Tuhan yang punya kehendak.

Ia lalu mengenang kisahnya ketika mengantar Ica untuk manggung pada sebuah acara di Kabuaten Takalar. Ban motor yang mereka kendarai tetiba meletus di tengah jalan.
Ada pula kisah perjalanan mereka hingga ke pulau terluar di Kabupaten Pangkep. Untuk sampai ke lokasi butuh waktu yang cukup lama. Mereka berangkat pukul 03.00 Wita dan sampai pada pukul 14.00 Wita
Seperti halnya Titi, Jamaluddin juga selalu berdoa agar putrinya itu bisa membawa nama baik daerah dan keluarga di tingkat nasional. Ia berharap Tuhan bisa memuluskan langkah Ica hingga ke babak-babak selanjutnya. ”Dan yang terpenting, jangan pernah lupa pada Yang di Atas, karena Dialah segala-galanya,” tandas Jamaluddin. (*/rus)

Exit mobile version