Site icon Berita Kota Makassar

Duel Maut Sesama Kerabat, Satu Tewas Ditikam Belati

BULUKUMBA, BKM — Hari masih pagi, Minggu (23/10). Suasana yang awalnya tak begitu ramai di Dusun Cambang Boko, Desa Sopa, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, tetiba heboh. Sebuah peristiwa berdarah tengah terjadi.
H Ilyas, seorang pria paruh baya berusia 45 tahun yang tinggal di dusun tersebutn bertindak nekat. Ia menghabisi nyawa Oddang (42) yang merupakan kerabat yang tinggal satu kampung dengan dirinya.

Sesaat setelah menerima laporan adanya kejadian tersebut, aparat dari Polsek Kindang langsung datang ke lokasi. Dari informasi yang dikumpulkan, kuat dugaan pelaku yang membunuh korban diindikasikan mengalami gangguan jiwa. Seperti disampaikan seorang warga setempat bernama Hendra, serta seorang polisi Bripka Ahmad. Sejumlah kerabat pelaku dan korban telah dimintai keterangannya terkait peristiwa tersebut.
Kapolsek Kindang AKP H Nuryadin kepada wartawan, menceritakan kronologis kejadian yang menewaskan korban Oddang. Menurut mantan Kabid Propam Polres Bulukumba ini, peristiwa berawal ketika korban sedang mengangkat bahan bangunan rumah di tempatnya.
Tanpa diduga sebelumnya, H Ilyas datang dan langsung menyerangnya. H Ilyas berhasil menikam korban menggunakan senjata tajam
Sebenarnya, korban sempat melakukan perlawanan hingga terjadi duel. Hanya saja, Oddang tidak bisa berbuat banyak. Sebab pelaku H Ilyas menggunakan senjata tajam, sementara korban melawan dengan tangan kosong.

”Sempat terjadi perkelahian di antara keduanya. Namun korban terkena tikaman senjata tajam sehingga banyak mengeluarkan darah dan meninggal di tempat,” terang AKP Nuryadin.
Mantan Kapolsek Ujung Bulu ini menyebut, korban tidak hanya menderita luka tikaman di bagian dada, namun juga pada bagian leher, mata kaki akibat senjata tajam. Pelaku menghabisi nyawa korban dengan menggunakan senjata tajam sebilah belati (sangkur). Oleh barang, sajam tersebut kerap dibawa pelaku setiap hari.
Terkait motif yang memicu terjadi pembunuhan ini, polisi masih melakukan pengusutan lebih lanjut. Keterangan dari saksi-saksi masih dikumpulkan. (min/c)

Exit mobile version