Site icon Berita Kota Makassar

Tender Proyek Drainase Lamban

MAKASSAR, BKM — Dinas Pekerjaan Umum (PU) berusaha menggenjot kinerja di sisa waktu dua bulan lebih tahun anggaran 2022. Selama ini, Dinas PU merupakan OPD dengan tingkat serapan anggaran dan progres kegiatan yang sangat rendah. Persentasenya berada di bawah 20 persen. Namun, di akhir Oktober 2022 ini, realisasi kegiatan dan anggaran menunjukkan progres yang cukup menggembirakan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Makassar Zuhaelsi Zubir yang ditemui di Kantor Wali Kota Makassar, kemarin menjelaskan, hingga pekan ketiga Oktober, progres serapan anggaran sudah mencapai 43,13 persen. Angka itu sejalan dengan pekerjaan fisik yang sudah dilaksanakan.
Kendati begitu, kata wanita yang akrab disapa Helsi ini, masih ada beberapa kegiatan yang progresnya berjalan sangat lambat. Salah satunya adalah proyek drainase.
“Tender proyek sejauh ini ada beberapa paket jalan sudah, jalan dan jembatan juga. Tapi ada juga yang gagal. Terus, paket drainase ini yang agak lambat. Padahal sudah masuk musim hujan ini,” ungkap Helsi.

Menurut Helsi, kendala yang dihadapi sehingga proyek drainase lambat berproses karena evaluasi dokumen pra tender yang cukup lama di Pokja ULP.
Sebenarnya pengajuan dokumen tender untuk proyek drainase sudah dilakukan sudah cukup lama. Namun selama empat bulan ini, belum bisa ditender karena Pokja masih berkutat di dokumen. Akibatnya, dari 47 paket pengerjaan drainase, baru enam yang sudah ditender.
Namun Helsi masih tetap optimistis proyek-proyek drainase tersebut masih bisa dilaksanakan. Apalagi banyak pekerjaan yang merupakan kegiatan rutin setiap tahun.

“Sementara waktu yang tersisa tinggal dua bulan lebih. Tapi kami tetap optimistis bisa terlaksana semua kegiatan drainase yang kita rencanakan. Kalau urusan tender, memang bukan ranah kita.Tapi kami sudah lakukan langkah-langkah bagaimana percepatan. Sudah melakukan persuratan, tapi itu kita kembalikan dulu ke Pokja,” ungkap Helsy.
Kabid Drainase DPU Makassar Nur Hidayat, menjelaskan target panjang saluran yang akan dibenahi di tahun 2022 ini mencapai 17.308,37 meter untuk pembangunan baru, dan 15.481,8 meter untuk rehabilitasi.

Dia mengakui jika masih banyak paket kegiatan yang berproses lelang tender oleh Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Makassar.
Pihaknya juga memfokuskan pengerjaan di daerah-daerah rawan agar lebih dahulu dirampungkan untuk menganulir titik banjir di Makassar. Adapun titik itu berada di tiga lokasi. “Ada di Balang Baru, Walawalayya dan Batua,” ungkap Hidayat.
Selain rawan genangan, Hidayat mengatakan, titik-titik pengerjaan ini juga merupakan permintaan warga dari hasil Musrembang beberapa waktu lalu. Hal ini dinilai sudah urgen membutuhkan rehabilitasi atau peningkatan sarana.
Mengantisipasi pengerjaan selama musim hujan ini, penyedia jasa telah diarahkan untuk melakukan akselerasi pengerjaan di lapangan. “Itu dengan cara menambah personel dan peralatan, material selalu ada dan tepat waktu di lapangan,” ujarnya.
Hidayat optimis pengerjaan bisa tuntas di sisa waktu kurang lebih dua bulan ini. “Harapan kita, ada percepatan terhadap schedule, agar hambatan cuaca bisa diminimalisir,” tandasnya. (rhm)

Exit mobile version