
Pada Minggu pagi, perolehan emas Kota Makassar sebanyak 175 medali. Namun ada tambahan satu medali emas lagi dari cabang olahraga bridge yang dipertandingkan pada Minggu sore, sehingga mencukupkan medali emas Makassar menjadi 176. Raihan tersebut melampaui target yang disebutkan Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto saat pembukaan Porprov Sinjai, Sabtu (22/10) lalu yakni sebanyak 167 medali emas.
Posisi kedua ditempati Kabupaten Pangkep dengan perolehan medali 30 emas, 42 perak, dan 47 perunggu. Tuan rumah Kabupaten Sinjai di posisi ketiga dengan 26 emas, 37 perak, dan 74 perunggu.
Pada urutan keempat Kabupaten Bone yang mendapatkan 25 emas, 29 perak, dan 43 perunggu. Sementara di posisi kelima ditempati Kota Parepare dengan perolehan medali 19 emas, 12 perak, dan 30 perunggu. Tuan rumah lainnya, Kabupaten Bulukumba di posisi keenam dengan 18 emas, 27 perak, dan 34 perunggu.
Ketua KONI Makassar Ahmad Susanto yang dihubungi BKM kemarin menjelaskan, Porprov Sulsel secara resmi ditutup Minggu malam (30/10) di Stadion Mini Bulukumba. Kendati perhelatan olahraga se-Sulsel ini sudah ditutup, masih ada satu cabang olahraga lagi yang bertanding yakni sepak bola. Rencananya, sesuai jadwal, final sepak bola baru akan digelar Selasa (1/11) besok di Stadion Andi Bintang Sinjai.
“Saat ini, sepak bola sementara babak penyisihan. Final baru akan berlangsung 1 November. Kita berharap Makassar bisa meraih emas sehingga menambah pundi medali di Porprov kali ini,” ungkap Ahmad Susanto.
Menurut Ahmad, perolehan medali Kota Makassar pada Porprov kali ini cukup menggembirakan karena ada tambahan medali emas dibanding Porprov sebelumnya yang digelar di Kabupaten Pinrang. “Di Porprov Pinrang, Makassar meraih 103 medali emas,” sebutnya.
Selain meraih medali terbanyak, Makassar juga banyak memecahkan rekor Porprov. Ada 12 rekor yang dipecahkan. Terbanyak dari cabang olah raga renang, ada 10 rekor tercipta. Sedangkan di cabor atletik ada dua nomor.
Di beberapa cabor, Makassar melakukan sapu bersih medali emas. Di antaranya untuk basket, meraih empat medali emas dari empat nomor, tenis lapangan tujuh emas dari tujuh nomor. Sementara itu, cabor yang paling banyak menyumbang medali emas adalah renang dengan peroleh 29 medali.
Menurut Ahmad Susanto, seluruh cabang olah raga yang diikuti Kota Makassar berhasil meraih medali. Baik itu emas, perak, maupun perunggu. Dia pun mengapresiasi kerja keras seluruh pengurus cabor dan atlet yang telah berjuang dengan gigih untuk membawa Makassar menjadi juara umum Porprov Sulsel 2022.
“Begitu juga supporting dari Pemkot Makassar, khususnya wali kota, wakil wali kota, sekda, dan bapak angkat cabor yang telah memberikan dukungan dan perhatian sehingga para atlet kita berhasil meraih prestasi dalam perhelatan ini,” tandas Ahmad Susanto.
Di tempat terpisah, salah seorang bapak angkat cabor panjat tebing yang juga Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie memberikan apresiasi terhadap para atlet cabor panjat tebing Porprov Sulsel yang berhasil meraih 5 emas, 5 Perak dan 7 Perunggu.
Makassar menempati posisi kedua di bawah Kabupaten Pangkep untuk cabor panjat tebing ini.
“Kami apresiasi, anak-anak (atlet) tetap semangat berjuang dan mengharumkan Kota Makassar di ajang Porprov ini,” ungkap Andi Bukti Djufrie, kemarin.
Dia menjelaskan, ada beberapa evaluasi alasan target juara umum tak berhasil dicapai. Seperti, atlet yang ikut masih kategori junior dan beberapa baru ikut ajang Porprov alias tim yang turun merupakan lapis kedua. Pasalnya, atlet senior panjat tebing Makassar saat bersamaan menjalani Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
“Cabor panjat tebing Pangkep yang turun merupakan generasi emas. Belum lagi, tim mereka diperkuat atlet panjat tebing tingkat nasional dan ikut PON Papua kemarin,” tukasnya.
Lebih jauh, Andi Bukti menyampaikan, Porprov Sulsel untuk cabor panjat tebing hanya 15 kategori. Ada empat kategori yang dihilangkan dari 19 Kategori di Porprov Pinrang sebelumnya. Padahal, tiga di antara kategori itu Makassar punya peluang besar memperoleh emas.
Belum lagi, kata Bang Yos –sapaan akrabnya–, satu atlet panjat tebing yang ikut mendapat perawatan lantaran drop saat akan bertanding. Padahal, punya kans besar mendulang emas dan menambah perolehan medali cabor panjat tebing Makassar.
“Porprov sebelumnya untuk cabor panjat tebing ada 19 kategori, sementara kali ini hanya 15. Sebenarnya kita punya peluang mendapat emas di tiga kategori dari empat yang dihilangkan itu,” paparnya.
“Kami tetap bersyukur dengan raihan para atlet. Yang jelas, mereka sudah berjuang demi nama Makassar di ajang Porprov,” tambahnya.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengapresiasi kerja keras dan semangat para atlet Makassar yang telah berjuang sehingga menempatkan Makassar di posisi teratas Porprov Sulsel 2022.
Dia mengaku sangat bangga karena sebelumnya, Makassar hanya mengincar atau menargetkan 167 emas. Namun melalui perjuangan para atlet, bisa membawa pulang176 emas. Danny pun berharap medali emas Makassar bisa bertambah dari cabor sepak bola yang saat ini masih melakukan pertandingan.
Kepada seluruh atlet Makassar yang meraih prestasi di ajang Porprov ini, Danny menjanjikan bonus, terutama bagi mereka yang memecahkan rekor. Khusus bagi yang meraih medali emas, ia menjanjikan mereka untuk direkrut sebagai Laskar Pelangi tanpa harus melewati proses seleksi.
“Ya, peraih medali pasti dapat bonus yang memecahkan rekor juga dapat bonus, dan medali emas Insyaallah dapat Laskar Pelangi, tapi itu kalau dia mau. Siapa tahu sudah ada pekerjaannya,” kata Danny. (rhm)