BARRU, BKM — Sudah puluhan sapi milik warga di Dusun Alakkang, Desa Manuba, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru dilaporkan mati. Kuat dugaan ternak peliharaan tersebut terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Bahkan, pihak Balai Besar Veteriner( BBVet) Maros sudah turun ke Alakkang untuk mengambil sampel sapi yang diduga sakit PMK.
Hanya saja, informasi yang beredar kematian puluhan sapi itu akibat PMK, dibantah Kadis Pertanian Barru Ahmad saat dihubungi, Selasa (1/10).
Ahmad mengklaim, sapi yang mati di Alakkang bukan karena PMK, melainkan karena keracunan setelah ada warga yang menyemprotkan pestisida di salah satu kebun. ”Makanya, pihak BBVet Maros yang menerima laporan langsung turun ke Alakkang untuk memeriksa dan mengambil sapi yang mati akibat keracunan itu,” ujar Ahmad.
Ahmad menyatakan sapi yang mati karena PMK di Barru, sesuai data Dinas Pertanian sebanyak dua ekor. Data ini merupakan hasil perkembangan PMK tertanggal 27 Oktober 2022.
Kadis Pertanian ini terkesan berusaha tidak terbuka menjelaskan berapa data ril jumlah sapi di Barru yang mati karena PMK. Ahmad lebih membuka data soal jumlah sapi yang sakit karena PMK. Angkanya 845 ekor.
Ahmad kemudian merinci, data terbaru perkembangan kasus PMK di Kabupaten Barru per tanggal 27 Oktober 2022, sapi sakit 845 ekor, sembuh 157 ekor, dipotong ekor, dan mati dua ekor. Sisa kasus 684 ekor.
Ia juga membeberkan data vaksinasi tahap pertama 7.809 ekor, dari target vaksinasi provinsi sebanyak 11.300 ekor sapi.
Disebutkannya, kasus pertama PMK ter tanggal 23 Agustus 2022 dan ada tambahan kasus PMK 27 Oktober 2022 sebanyak 47 ekor.
Jumlah ini merupakan rincian dari data untuk Desa Siawung 43 ekor, Kamiri dua ekor, dan Desa Balusu dua ekor.
Adapun tambahan realisasi vaksinasi PMK 27 Oktober 2022 sebanyak 329 ekor, masing-masing di Desa Siddo 251 ekor, Siawung 59 ekor, dan Patappa 19 ekor.
Jika Ahmad bersedia merincikan data-data tersebut, tidak demikian data terbaru tentang sapi yang mati karena PMK. Ia meminta BKM untuk menunggu, dan berjanji mengirimkan datanya sesampai di kantor. Sebab ketika dihubungi, ia mengaku tengah berada di salah satu masjid di Mate’ne untuk mengikuti acara maulid.
“Nanti sebentar setelah saya sampai dik antor dikirimkan data terbaru jumlah sapi yang mati di Barru akibat PMK,” kelitnya.
Kades Manuba Hasnah, mengakui dalam sepekan terakhir sudah puluhan sapi mati di desanya.
Hanya saja Hasnah belum bisa memastikan apakah sapi yang mati itu akibat PMK.
Menurut Hasnah, sebelumnya ada tim Provinsi Sulsel yang datang melakukan survei dan pemeriksaan sapi. Namun dari pengakuan tim itu, sapi tersebut mati bukan karena PMK tetapi diduga dari virus lain.
Sementara, kata Hasnah, tim BBVet Maros yang datang mengambil sampel pada hari Selasa (1/10), belum bisa menyampaikan hasilnya karena masih menunggu waktu dari pemeriksaan laboratorium. (udi/b)
