GOWA, BKM — Kamis (3/11) pukul 15.00 Wita. Warga di Jalan Syekh Yusuf V, Bone-bone, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, geger. Seorang gadis berinisial At (27) tewas bersimbah darah dalam kamar tidur rumah yang selama ini ditinggalinya.
Mayat gadis itu ditemukan dalam posisi setengah telungkup. Rumah di mana korban ditemukan meninggal itu adalah milik TY. Korban diketahui sudah empat bulan menetap di rumah tersebut.
At diketahui bekerja di kedai BRI Link milik TY. Saat ditemukan, terdapat luka di bagian kepala. Ia mengenakan daster motif putih coklat.
Tak ada yang tahu kapan At meninggal, sebab tidak ada yang melihatnya. Termasuk pemilik rumah TY dan dua orang lainnya, yakni suami TY maupun ibunya.
Polisi dari Satreskrim Polres Gowa telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkasa (TKP) bersama tim Dokpol, sekaligus mengevakuasi korban dan membawanya ke RSU Bhayangkara guna keperluan penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Burhan yang dikonfirmasi, berkomentar singkat.
“Tentang kondisi korban dan lainnya kita akan lakukan penyelidikan. Kita belum tahu apa penyebab. Itulah yang akan kita periksa semua. Nanti kita jelaskan lebih mendalam lagi yah,” jawabnya.
Ditanya tentang motif tewasnya korban, AKP Burhan tetap mengatakan tunggu hasil penyelidikan. Dia mengaku baru akan meminta keterangan sejumlah saksi, baik pemilik rumah, penghuni rumah serta beberapa orang di sekitar TKP.
“Sementara kita mau minta keterangan pemilik rumah dan yang lainnya. Termasuk keluarga korban. Kita akan selidiki dulu. Belum tahu pasti siapa-siapa yang tinggal di rumah tersebut. Masih dilakukan penyelidikan, ” papar AKP Burhan.
Sementara itu, ibu pemilik rumah berinisial AN, menjelaskan jika di rumah itu hanya korban At yang tinggal sendirian. Anaknya maupun menantunya, yakni TY tinggal di Jalan Dg Tata tempat buka usaha BRI Link yang ditempati korban bekerja.
“Saya sudah empat hari tidak ke rumah ini, karena tinggal di Jalan Dg Tata sama anak dan menantu saya. Saya tidak tahu menahu kejadian apa yang menimpa korban. Dia (korban) sudah menempati rumah saya ini sekitar tiga bulanan. Dia teman menantu saya. Suami TY itu adalah anak saya, jadi TY yang menantu saya. Korban menempati rumah saya ini tanpa sewa karena dia teman menantu saya. Jadi siapapun yang mau tinggal di rumah ini saya persilakan saja, termasuk korban,” papar AN.
Terpisah ayah korban, Rahman (57) yang segera datang dari Maros setelah menerima kabar dari suami TY, mengaku kaget mendapatkan informasi anak kedua dari tiga anaknya (putri semua) tetiba ditemukan tewas mengenaskan dalam kamar tempat tinggalnya.
“Saya dapat kabar setelah tadi sore ditelepon sama yang punya BRI Link ini. Kebetulan, pemilik BRI Link itu adalah juga anggota TNI, sama dengan saya. Cuma saya sudah purnawirawan. Anak saya menetap di Gowa sudah sekitar empat bulanan. Kebetulan dia dan pemilik BRI Link itu berteman. Mereka sama-sama alumni di Nusantara Jaya di Daya. Anak saya itu tinggal di sini karena dipanggil sama temannya itu untuk bekerja di BRI Link temannya,” jelas Rahman.
Diakui Rahman, nomor ponsel anaknya tidak aktif lagi sejak Rabu kemarin mulai jam tiga sore. Menurut Rahman, sepengetahuannya ada tiga orang yang tinggal di rumah tersebut. Masing-masing TY teman anaknya, lalu suami TY dan ibu mertua TY yang bernama AN atau akrab disebut Puang Nanna.
“Sebelum meninggal, terakhir saya ketemu Senin kemarin, karena barusanka datang itu hari. Setelah itu, saya tidak pernah terima teleponnya lagi sampai hari ini ditemukan sudah meninggal. Anak saya ini pendiam. Anakku tidak pernah cerita bilang punya masalah. Dia pendiam. Biar di rumah jarang keluar,” ungkap Rahman yang selama ini tinggal di Maccopa, Maros.
Dari sejumlah foto korban yang beredar, terlihat darah keluar pada bagian kepala. Mayat At ditutupi selimut dan berada di samping tempat tidur dengan menghadap ke bawah atau setengah telungkup.
Polisi kemudian memasang police line di area rumah sebagai TKP. Tak satupun warga dibiarkan mendekat di rumah itu kecuali aparat kepolisian yang tengah melakukan olah TKP dan mencari bukti-bukti di dalam maupun luar rumah. (sar)
