Site icon Berita Kota Makassar

Suardi Dorong UMKM Miliki Inovasi

BARRU, BKM — Bupati Barru Suardi Saleh membuka secara resmi pelatihan Peningkatan Kapasitas Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PK2UMK) di Hotel Denpasar, Kota Makassar, Sabtu (5/11).

Semakin ketatnya persiangan diera globalisasi mendorong Koperasi harus memiliki modal kuat untuk masuk berkompetisi dalam pengembangan perkoperasian. erkhusus kepada peningkatan sektor UMKM.

Suardi terus mendorong agar Koperasi melakukan perubahan dan menciptakan inovasi baru. Pelatihan digelar Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten Barru selaku dinas teknis dan sekaligus mengalokasikan anggaran setiap tahunnya.
Upaya ini merupakan langkah Pemkab dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM bagi para pengurus koperasi.
Suardi mengatakan, diera globalisasi persaingan usaha semakin tinggi. Koperasi harus melakukan perubahan atau inovasi-inovasi yang bisa menjawab persaingan tersebut, sehingga bisa tetap eksis dan dipercaya oleh masyarakat, khususnya oleh anggotanya.
“Hal tersebut dapat diwujudkan apabila pengurus koperasi memiliki sumber daya manusia yang profesional, memiliki keahlian dan kemampuan manajerial dalam mengelola koperasi dan usahanya secara baik dan benar serta akuntabel,” kata Suardi.

Suardi menambahkan peran penting keberadaan Lembaga Koperasi yang memiliki kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bupati Barru dua periode ini menjelaskan hal ini dihadapan Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan Barru, para Narasumber, Panitia pelaksana, dan Peserta pelatihan.
Dalam rangka pemberdayaan koperasi perlu ditempuh beberapa strategi dan kebijakan diantaranya; melakukan revitalisasi koperasi dari beberapa koperasi yang ada di Kabupaten Barru, terutama di daerah pedesaan yang masih belum terlihat adanya manfaat bagi anggota koperasi itu sendiri.
“Perlu dikembalikan fungsi koperasi dipedesaan agar berperan dalam memenuhi kebutuhan anggotanya dan masyarakat disekitarnya, serta mampu memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi desa,” pungkasnya.

Suardi juga mendorong penerapan akuntabilitas dan kesehatan koperasi. Akuntabilitas koperasi berkaitan erat dengan citra koperasi dan kepercayaan masyarakat untuk memilih koperasi sebagai lembaga yang mampu meningkatkan taraf hidupnya.
“Pengelolaan koperasi yang akuntabel didukung melalui tertibnya pelaksanaan RAT, penilaian kesehatan dan peningkatan profesionalisme pengurus,” terangnya.
Sejauh ini SDM pengelola koperasi dirasakan masih rendah, baik dari segi keterampilan, pengetahuan maupun teknis dan manajemen usaha. Sehingga peningkatan SDM pelaku usaha harus dilakukan melalui Diklat yang terarah dan berkesinambungan sesuai dengan kebutuhan, baik yang dilaksanakan di pusat, provinsi maupun di kabupaten dengan mendatangkan tenaga ahli untuk melatih para pengurus koperasi. (udi/C)

Exit mobile version