Site icon Berita Kota Makassar

Putus Sekolah di Kelas 4, Kadang Dibully Sama Teman Sebayanya

SORE kemarin udara terasa dingin sehabis hujan deras, tampak duduk anak perempuan berusia 11 tahun sambil melap plastik penutup jualannya. Ia bernama Resti Amelia, sehari-hari membantu ibunya berjualan aneka assesoris di Jalan Tamalate 4.

EDITOR: WARTA SHALLY HIDAYAT

Resti berbeda dengan anak kecil lainnya yang menghabiskan waktunya bermain bersama teman-temannya, Resti malah membantu orang tuanya berjualan aneka aksesoris, tas, masker, kaos tangan
dan kaos kaki.
Anak perempuan kelahiran Makassar 2011 ini memiliki nama yang sangat indah pemberian dari sang ibu bernama Indahsari dan pak Jo.
Saat ditemui penulis, Resti tampak gembira sambil menutup plastik jualannya agar tidak terkena air hujan.Menggunakan baju tidur yang agak lusuh ia begitu kuat dalam menjalani problematika hidup yang tak
berpihak pada angannya.

Ia putus sekolah di tengah perjalananan yang pada akhirnya memutuskan untuk membantu kedua orang tuanya.
“Dulunya saya sekolah kak di SD Mappala, tapi saya berhenti di kelas 4 dikarenakan terkendala biaya dan juga Akte kelahiran,”ujarnya.
Kedua orang tua Resti juga berprofesi sebagai pedagang. Ibunya menjual minuman sedangkan ayahnya menjual aksesoris yang tak
jauh beda dengan jualan yang dijaga oleh Resti.
“Sudah hampir setahun berjualan disini kak, dan start menjual di jam 10
pagi hingga malam, berjualan bersama ibu, ia menjual minuman tepatnya disebelah jalanan jadi saya tidak sendiri sedangkan ayah saya berjualan tidak jauh dari rumah yang ada di belakang ruko,”katanya sesekali memegang rambutnya yang basah.
Ditanya soal pendapatannya, Reski mengaku setiap hari biasanya Rp50 ribu hingga Rp70 ribu dimana biasanya dijadikan modal belanja kalau ada kekurangan barang kak,”tuturnya.
Adapun suka duka selama berjualan kadang dibully teman-teman yang datang dikarenakan putus sekolah.”Saya kadang dibully sama teman-teman. Saya tidak punya banyak waktu bermain bersamamereka. Tapi adaji juga orang yang baik yang biasa kasih saya makanan ataupun
membeli jualanku kak,” ujarnya.

Tak heran jika anak kecil ini nantinya akan sukses, dikarenakan jiwa
tanggung jawabnya yang tinggi dan juga sangat ikhlas menerima dan
berdamai dengan keadaan yang diberikan oleh sang kuasa.(pkl2)

Exit mobile version