MAKALE, BKM — Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 di Tana Toraja, Sabtu (12/11) melibatkan kurang lebih 900 nakes, baik dari Puskesmas, RS Lakipadada, Sinar Kasih, dan lainnya.
Plt Kadis Kesehatan Tana Toraja dr Rudhy Andi Lolo mengatakan, momentum HKN tahun ini kita merevisi tahun 2019 masa kelam dunia kesehatan. Tahun 2019 lalu Covid-19 mewabah dahsat di Tanah Air hingga memporak porandakan sendi ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat ikut terpuruk.
Menurut Rudhy, dua pekan terakhir sektor kesehatan kembali memprihatinkan di Tana Toraja sebab wabah Covid-19 cenderung meningkat. Data real yang ada sekitar 20 warga Tana Toraja kembali terpapar Covid-19. Ada orang menjalani isolasi di RS, dan sisanya isolasi mandiri. Begitu angka penderita Covid cendrung naik masyarakat sebaiknya masyarakat waspada.
Diakui Rudhy, Indonesia peringkat empat dunia penggunaan vaksin. Hal itu terwujud lantaran perhatian besar pemerintah bentuk lekebalan komunal. Dan yang membanggakan lagi sudah 72 persen tenaga kesehatan Tana Toraja telah booster empoat dari 2.026 nakes didaerah ini.
Rangkaian HKN tahun ini di Tana Toraja dilaksanakan lomba di 22 Puskesmas, juga dilakukan pemeriksaan kesehatan telinga, donor darah, deteksi dini penyakit gula darah, kolesterol, asam urat dan lainnya.
Dijelaskan Rudhy Andi Lolo, HKN diperingati setiap tanggal 12 November, HKN tahun ini dimaknai dengan history mengenang mewabahnya malaria tahun 1968. Dan tak kalah menarik semarakkan HKN di Tana Toraja Dinkes gandeng
BPJS, Bank BNI, Bank BRI, Bank Sulselbar, dan hasilnya berlangsung sesuai harapan.
”Itu terwujud karena didasari jiwa gotong royong dan kolaborasi animo dan insan lainnya berpartisipasi merayakan HKN, ”tukas Rudhy. (gus/C).
