MAKASSAR, BKM — Sebanyak 318 orang peserta mengikuti kegiatan Masa Dasar Bimbingan Fisik dan Mental (Madabintal) Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar tahun akademik 2022-2023. Mereka terdiri dari 313 calon taruna. Sementara lima lainnya merupakan taruna angkatan 2021.
Wakil Direktur yang juga Ketua Panitia Madabintal Mashudi Gani dalam laporannya, mengatakan Madabintal ini berlangsung selama lima hari, Senin hingga Jumat, 14-18 November 2022. Mereka berasal dari tujuh program studi (prodi) yang ada di Polimarim AMI. Kegiatan ini wajib diikuti semua calon taruna.
Dijelaskan Mashudi, Madabintal ini bertujuan untuk menyesuaikan kondisi baru yang ada di lingkungan Diklat, baik secara psikis maupun sosial. Membentuk fisik, sikap, perilaku, penampilan sebagai taruna/taruni.
”Juga untuk mengubah mental calon taruna/taruni agar dapat mandiri dan sadar akan pentingnya disiplin, tata tertib, serta semua peraturan yang berkenaan dengan pendidikan dan latihan, demi kemajuan institusi, terutama taruna/taruni secara keseluruhan,” ujar Mashudi Gani.
Selama mengikut Madabintal, para peserta mendapat sejumlah materi. Seperti Peraturan Militer Dasar (Permildas) berupa peraturan baris berbaris (PBB), peraturan penghormatan militer (PPM), tata upacara militer (TUM), dan peraturan disiplin taruna (DPT).
Ada pula pendidikan jasmani berupa olahraga militer (ormil), senam kesegaran jasmani, dan pengenalan air semudera (renang laut). Kegiatan lain adalah long march, ceramah-ceramah, serta pembersihan di lingkungan kampus dan sekitarnya.
Direktur Polimarim AMI Dr H Amrin Pettarani,SE.,MM yang bertindak selaku inspektur upacara di Lapangan Kampus mengatakan, kegiatan Madabintal bertujuan sebagai penyesuaian kondisi baru dari masa SMA ke pendidikan tinggi, yakni diklat kepelautan, baik fisik dan mental. Untuk itu, ia meminta kepada para peserta untuk disiplin mengikuti kegiatan ini.
Amrin juga menegaskan bahwa pelaksanaan Madabintal merupakan bagian dari pembinaan terhadap taruna dan taruni baru. Karena itu, ia meminta agar pembinaan bagi mereka terus dilakukan secara berkesinambungan dari calon taruna hingga kelak diwisuda menjadi sarjana.
”Kepada semua yang terlibat dalam kegiatan ini, termasuk taruna senior, saya minta agar tidak ada tindakan yang mengarah ke hal-hal yang tak terpuji dan tidak mendidik. Boleh ada tindakan tapi yang terukur. Tidak boleh ada yang mengarah ke tindak kekerasan,” tegas Amrin. (*/rus)
