ENREKANG, BKM — Bupati Enrekang Muslimin Bando menekankan pentingnya mewujudkan destinasi wisata yang bersih, memiliki sanitasi yang layak, dan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.
“Mulai dari kebersihan destinasi wisata, penginapan, kendaraan, peralatan makan minum, cuci tangan bahkan hingga kebersihan pemandu wisata sendiri,” ujar MB usai membuka pelatihan kebersihan lingkungan, sanitasi dan pengelolaan sampah di Villa Bambapuang Enrekang, Selasa (15/11).
Kebersihan merupakan aspek penting dalam pengembangan wisata. Dalam berbagai survey pariwisata, kebersihan menjadi salah satu faktor utama peningkatan kunjungan wisatawan. Selain itu fasilitas sanitasi seperti toilet menjadi faktor penting dalam pelayanan sektor pariwisata. Apalagi di era new normal, sterilisasi menjadi semakin diperhatikan wisatawan.
Pelatihan juga membahas pengelolaan sampah. Sampah tidak sekadar disingkirkan, namun juga dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menghasilkan keuntungan ekonomi dengan cara yang tentunya ramah lingkungan.
Pelatihan menghadirkan Kaprodi Manajemen Divisi Kamar Politeknik Pariwisata Makassar, Risman Jaya. Ia mengulas penerapan CHSE dalam pengelolaan destinasi wisata.
CHSE adalah program Kemenparekraf yang berupa penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).
Dia mendorong destinasi wisata di Kabupaten Enrekang memperoleh sertifikat CHSE. Sertifikasi CHSE merupakan sebuah proses pemberian sertifikat kepada Usaha Pariwisata, Destinasi Pariwisata, dan Produk Pariwisata lainnya untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan. Sertifikat CHSE tersebut berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan hasil penilaian ulang. (her/C)

