MAROS, BKM — Sebanyak 150 anak penderita stunting mendapat bantuan paket gizi. Paket gizi ini diserahkan Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Totok Imam Santoso bersama Kapolda Sulsel, Irjen Pol Nana Sudjana, dan Bupati Maros, HAS Chaidir Syam.
Pemberian bantuan paket gizi ini dilaksanakan di Kabupaten Maros, di sela acara panen raya dan bakti sosial, pada Selasa (15/11). Selain kepada penderita stunting, juga dilakukan penyerahan bantuan Sembako kepada warga kurang mampu, penyerahan secara simbolis santunan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) sebesar Rp42 juta kepada ahli waris petani yang meninggal dunia.
”Kegiatan ini diawali dengan bakti sosial, kita berikan paket sembako sebanyak 700 dan kita juga memberikan paket gizi anak stunting berjumlah 150,” kata Pangdam, Mayjen TNI Totok Imam Santoso.
Setelah melaksanakan bakti sosial, Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Totok Imam Santoso lalu kembali menyerahkan secara simbolis bantuan empat unit Alsintan (alat dan mesin pertanian).
”Kita bagikan Alsintan kepada para Gapoktan (gabungan kelompok tani). Ini dari pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Ada juga pemberian piagam kepada kepala dusun terbaik, agar mereka lebih semangat lagi dalam bekerja,” ucapnya.
Setelah seluruh rangkaian bakti sosial berjalan, Pangdam XIV Hasanuddin bersama jajaran Forkopimda Sulawesi Selatan kemudian melakukan panen raya padi jenis padi Ciherang dengan luas 600 hektare.
”Jadi pada hari ini kita melaksanakan kegiatan ketahanan pangan. Yaitu panen raya. Ini sudah diinstruksikan Presiden bapak pimpinan kita, bapak Kasad, dan bapak Kapolri. Jadi keberadaan kita di wilayah harus membantu pemerintah daerah. Terutama ikut mengatasi permasalahan ekonomi yang saat ini terjadi,” katanya.
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Totok Imam Santoso, mengatakan, panen raya yang dilakukan di Kabupaten Maros seluas 4.300 hektare. Namun khusus di Kecamatan Simbang, hanya 600 hektare.
”Ini padi Ciherang. Tapi ke depan ada jenis padi Ip 400 yang bisa menghasilkan 1 ton bisa 4 kali,” terangnya.
Pada panen raya padi Ciherang ini, satu hektarenya bisa menghasilkan tujuh ton beras. Pangdam XIV Hasanuddin pun memberikan pesan kepada petani agar terus bekerja keras. Pemerintah akan terus siap dalam membantu para petani.
”Pesan untuk petani, harus bersyukur dan bekerja keras. Jangan mengeluh. Nanti bersama dengan pemerintah kita monitoring. Kita bantu agar hasilnya lebih optimal. Jika biasanya hanya tiga kali panen, mulai sekarang bisa empat kali panen,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, berterimakasih kepada jajaran Kodam XIV Hasanuddin yang dengan sigap menindaklanjuti Instruksi Presiden. ”Saya mengucapkan terimakasih. Karena baru jelang satu hari kami para bupati dikumpulkan, besoknya sudah langsung ditindaklanjuti oleh Pangdam XIV Hasanuddin,” kata Chaidir. (ari/c)
