BANTAENG, BKM — Tim Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Akademi Komunitas (AK) Industri Manufaktur Bantaeng melaksanakan kegiatan di Kampung Toda, Desa Rappoa, Kecamatan Pajukukang. Pengabdian yang berlangsung 8 Agustus hingga 19 November 2022 ini mengusung tema pembuatan reaktor biogas dengan sistem monitoring berbasis internet of things (IoT) dalam rangka mendukung IKM Bumdes peternakan sapi Desa Rappoa.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan nilai ekonomis dari limbah kotoran sapi. Selain itu untuk mengedukasi masyarakat dalam memaksimalkan potensi kotoran sapi.
Salah seorang anggota pengabdian yang juga dosen di AK-Manufaktur Bantaeng Hermin Hardyanti Utami, menjelaskan dalam pelaksanaan kegiatan ini pada bulan Agustus dibuat reaktor serta tahapan pendampingan ke masyarakat mengenai reaktor. Selanjutnya di akhir bulan November memasuki tahap sosialisasi, induction dan maintenance reaktor.
“Kegiatan ini merupakan salah satu program dari kampus yang mendukung IKM di desa, dan menjadi salah satu tupoksi dosen yaitu melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu untuk mendukung dan memanfaatkan potensi Desa Rappoa. Warga desa memiliki profesi sebagai peternak dan kadang kebingungan mengelola kotoran sapinya. Karena itu, kami sebagai tim pengabdi dosen berinisiatif membuat reaktor ini,” jelas Tami.
Wakil Direktur AK Manufaktur Bantaeng Mahlina Ekawati, mengatakan bahwa kegiatan ini juga merupakan perpanjangan tangan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Desa Rappoa. Kegiatan ini juga merupakan bentuk pelaksanaan program TVET yang menerapkan industri 4.0 dalam pembelajaran vokasi.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan sampai ke tahap pendampingan, karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami selaku warga desa”, kata Agus yang merupakan salah satu warga desa Rappoa yang menerima manfaat dari program pengabdian ini. (rls)
