GOWA, BKM–Legislator Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel Darmawangsyah Muin mendapat masukan hingga permintaan dari masyarakat saat menggelar reses masa sidang I T.A 2022/2023 di Kabupaten Gowa.
Reses yang digelar sejak 16 November hingga Rabu (23/11) Darmawangsyah mendapat banyak masukan hingga permintaan didaerah pemilihan (Dapil) yakni meliputi kabupaten Gowa dan Takalar.

Darmawangsyah mulai menyerap aspirasi di Mangempang, Kecamatan Bungaya, daerah yang merupakan wilayah dataran tingggi.
Dalam pelaksanaan reses kali ini Darmawangsyah tidak hanya menyapa konstituennya di dataran tinggi, tetapi Wakil Ketua DPRD Sulsel ini juga menyapa konstituennya didataran rendah. Dalam kunjungannya itu, Darmawangsyah disambut begitu antusias warga, baik di Mangempang, Kecamatan Pallangga, Sombaopu maupun Bajeng.
Sugiarti salahsatu warga Mangempang mengungkapkan bahwa kedatangan Darmawangsyah sudah lama dinanti. Menurut Sugiarti sosok Darmawangsyah merupakan pejabat yang dekat dengan rakyat dan sangat aspiratif. “Terbukti saat kunjungannya kali ini beliau (Darmawangsyah) mengajak kami untuk berinteraktif dan meminta berbagai aspirasi dari masyarakat,”ujar Sugiarti.
Tenaga Ahli Darmawangsyah yang juga merupakan penanggungjawab pelaksanaan reses, Muhammad Idris Rate mengungkapkan, dalam reses banyak permintaan mulai persoalan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Rata-rata masyarakat mengeluhkan soal biaya kesehatan dirumah sakit, sementara mereka mayoritas tidak punya KIS. Selain KIS, sejumlah tenaga guru swasta di Mangempang juga mengeluhkan tidak adanya perhatian pemerintah akan nasib mereka. Salah seorang guru bahkan menangis saat menyampaikan aspirasinya, menurutnya sudah hampir 1 tahun mereka tidak mendapat gaji. Aspirasi lain soal kesehatan dan pendidikan serta pelimpahan tanggungjawab perumahan ke tangan pemerintah, seperti yang disampaikan warga BTN Sukma kecamatan Sombaopu dan warga Pallangga Mas. Mereka mengharapkan adanya perbaikan infrastruktur jalan dalam lingkungan perumahan. Sementara disekotor pertanian juga masih menjadi keluhan, terutama kelangkaan pupuk dan juga harga jual jagung yang anjlok saat masa panen. Selain itu, masyarakat juga mengharapkan ada juga penambahan sarana dan prasarana pendidikan untuk tingkat SLTP dan SLTA, para orang tua siswa mengeluhkan minimnya daya tampung sekolah saat masa pendaftaran seperti yang terjadi di SMA 1 Gowa, SMA 2 Gowa , SMA 8 Gowa , SMA 10 Gowa dan SMA 14 Gowa, demikian halnya untuk tingkat SMP 1 dan SMP 2 Sungguminasa, serta SMP 1 Pallangga . Sekolah-sekolah ini perlu ada penambahan ruang kelas baru agar daya serap untuk siswa calon didik baru dapat tertampung. (rif)

