Site icon Berita Kota Makassar

Menegok Museum Kota di Jalan Balai Kota Makassar

KALAU berjalan-jalan di samping Kantor Wali Kota Makassar atau tepatnya di Jalan Balai Kota Nomor 11 A tampak bangunan tua berada di sebelah kiri. Bangunan yang tidak terlalu besar itu ternyata menyimpan banyak sejarah mulai dari zaman kerajaan hingga zaman kemerdekaan. Bangunan itu adalah Museum Kota Makassar yang dulunya sebagai kantor Wali Kota Makassar.

Keberadaan Museum Kota Makassar untuk memberikan informasi kehidupan Kota Makassar di masa lampau.
Museum Kota Makassar merupakan museum khusus yang dibuka untuk umum pada 7 Juni 2000. Museum ini menyajikan informasi mengenai identitas Kota Makassar, sejarah, dan budaya penduduknya. Pendirian museum ini didasari oleh ide H.B. Amiruddin Maula saat menjabat sebagai Walikota Makassar dengan menempati gedung balai kota lama yang berada di jantung kota.

Museum ini menempati bangunan cagar budaya yang dibangun pada 1916 dengan gaya art deco oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Jenis koleksi yang dipamerkan di dalam museum terdiri dari arkeologi, historika, keramologika, dan numismatika. Museum Kota Makassar berada di bawah kepemilikan Dinas Kebudayaan Pemerintah Kota Makassar dan dikelola oleh Unit Pengelola Teknis Museum Kota Makassar.
Dari museum ini khususnya generasi milenial banyak mendapatkan pengetahuan terkait sejarah yang ada di kota Makassar. Dari pengetahuan ini diharapkan tumbuh kecintaan sebagai modal untuk bisa meraih keberhasilan atas dasar kecintaan generasi milenial terhadap kebudayaan kota Makassar.
Langs Education Museum Kota Makassar Kika mengatakan, kalau dilihat dari jumlah pengunjung ke museum sudah cukup banyak seperti kalangan remaja.
“Daya tarik wisata telah berubah sangat cepat sehingga museum kota makin ramai dikunjungi pasca pandemi covid-19. Adapun beberapa koleksi yang menarik seperti arkeologi, historika, keramologika, dan numismatika serta fasilitas fasilitas lainya yang membuat pengunjung memahami nilai-nilai sejarah, budaya, perjuangan, dan ilmu pengetahuan,”jelas Kika.

Kika menambahkan, keberadaan museum Kota Makassar menjadi garda terdepan dalam mengantisipasi lunturnya pengetahuan sejarah dan kebudayaan bangsa, khususnya di kalangan generasi muda atau milenial.
“Pengelola museum harus terus berinovasi agar museum lebih memiliki daya tarik khususnya generasi milenial sebagai penerus sejarah. Jika itu tidak dilakukan maka museum lambat laun akan tergerus dan terlupakan oleh perkembangan teknologi,”harap Kika.(pkl3)

Exit mobile version