Site icon Berita Kota Makassar

Warga Antang Jenuh Pengerjaan Jalan tak Tuntas

MAKASSAR, BKM — Warga Antang mulai jenuh dengan lambannya pengerjaan Jalan Antang yang tak kunjung selesai. Akibat lamanya pengerjaan Jalan tersebut masyarakat melakukan aksi protes dengan memasang spanduk menuntut pekerjaan Jalan Antang dipercepat. Spanduk tersebut terpampang di Jalan Antang Raya depan Perumahan Griya Rindu Alam.

Warga melakukan protes lantaran sudah tiga bulan rancangan pengerjaan jalan tersebut belum juga selesai.”Ini dia jalan sudah tiga bulan lebih. Kami melihat baru berapa persen yang selesai,” ungkap Rahim salah satu warga Antang, Kamis (24/11).
Ia mengungkapkan jika kebanyakan masyarakat yang berada pada deretan jalan tersebut adalah pedagang sehingga pembeli mereka menurun akibat pengerjaan jalan yang belum rampung tersebut.
“Masyarakat di sini sudah jenuh. Rata-rata masyarakat di sini pedagang dengan membuka toko sama pasar. Kalau pekerjaan ini diperlambat terus di mana kami mau ambil pembeli beras?,” ungkapnya
“Lagipula ini mata pencahariannya orang jualan. Dari segi pekerjaan jalan kami tidak terganggu sebenarnya, hanya waktu pekerjaan jalannya terlalu lama dan lambat,” sambungnya.
Dengan begitu kata Rahim, masyarakat membentangkan spanduk sebagai bentuk rasa sesalnya ke Pemprov Sulsel, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).

“Makanya masyarakat ini kita demo (pasang spanduk). Supaya cepat selesai pekerjaan. Karena ini sudah terlambat,” tutupnya.
Rahim berharap agar pengerjaan tersebut cepat diselesaikan agar pendapatan mereka kembali normal dan tak ada lagi kemacetan yang terjadi.
“Karena kita lihat sendiri kemacetan. Karena jalan yang terbuka kecil sekali. Makanya harapan warga semua di sini agar dipercepat,” harapnya
Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Jalan Antang, Surya Kencana mengklaim, jika pengerjaan jalan Antang sudah di atas 60 persen.
“Itu demo karena jalannya kan di tutup kalau beton kan tidak bisaki dilintasi kendaraan baik di sampingnya maka kita tutup total dulu untuk sementara waktu,” katanya.

Ia mengaku lambatnya pengerjaan jalan tersebut dikarenakan banyak kendala yang terjadi di lapangan, mulai dari Faktor cuaca, sosial, dan lainnya.
“Masyarakat juga salah-satu kendala di kami, padahal kan sebelum kerja ada sosialisasi, kita sudah sosialisasi dan setuju semua tapi memang ada beberapa yang tidak setuju khususnya pedagang di pasar,” ungkapnya.

Kendati demikian, ia sudah memprediksi jika masyarakat pasti akan terganggu dengan adanya pengerjaan jalan tersebut dikarenakan ada penutupan.
“Pastilah terganggu (aktivitas masyarakat) kalau ada pengerjaan beton jalan, kan ada penutupan jalan, kalau aspal kan tidak, di aspal langsung dilalui, kalau Rigit kan tidak, kalau roda dua iya (bisa dilalui),” paparnya
” Nanti 28 hari, hampir satu bulan (baru bisa dilalui setelah di beton) karena kalau dilalui bisa langsung retak nanti,” sambungnya.
Surya juga telah menyampaikan kepada rekanan agar mempercepat pengerjaan jalan tersebut agar masyarakat bisa dengan cepat tenang dan tidak terganggu lagi.
“Kita usahakan percepat semua, saya bilang dari rekanannya kalau cepat mi kerjakan, saya bilang percepat mi semua, tapikan masih banyak kendala dan Kita usahakan selesai 100 persen di bulan Desember nanti,” tutupnya.
Diketahui, Jalan Antang Raya ini mulai dikerjakan sejak, 26 Agustus 2022 lalu. Rencananya, tahun ini akan ditangani titik yang rusak berat dengan perkerasan jalan beton (Rigid).
Adapun total ruas yang akan ditangani sepanjang 500 meter. Pihak PUTR Sulsel menganggarkan Rp7 miliar untuk perbaikan ruas Jalan Antang Raya ini. (jun)

Exit mobile version