SEHARI Sebelumnya, Dr Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang begitu menghormati orang tua maupun muda tidak pernah luntur.
Itu kembali dibuktikan ketika IAS menemui tokoh masyarakat Selayar, Ali Gandong, Kamis (24/11) petang.
IAS menemui ayah kandung Bupati Selayar, M Basli Ali dan legislator pusat Rapsel Ali itu, di Cafe Merah Putih, Jalan Metro, Kecamatan Benteng, Selayar.
Kedatangan IAS ditemani mantan wakil wali kota Makassar, Dr. Syamsu Rizal MI alias Deng Ical. Sahabat karib yang sudah IAS anggap sebagai adik sendiri.
“Ini (menemui Ali Gandong–red) silaturahmi dan penghormatan, bukan urusan politik. Apalagi, ayah saya (Arief Sirajuddin, eks Bupati Gowa) dan beliau sama-sama purnawirawan Polisi. Agama juga mengajarkan bahwa seorang anak harus bisa menjalin silaturahmi berkelanjutan dengan teman ayahnya ,” kata IAS.
Penegasan IAS bahwa kunjungan itu bukan urusan politik memang terbukti lewat obrolan yang mengulas berbagai hal.
Tidak ketinggalan soal Piala Dunia Qatar 2022. Even akbar sepak bola dunia ini menarik perhatian Ali Gandong, apalagi
Cafe Merah Putih miliknya itu ikut menayangkan nonton bareng layar lebar.
Ali lalu bercerita bagaimana ketepatan prediksinya pada dua laga kejutan Arab Saudi versus Argentina dan Jerman versus Jepang.
“Dua laga itu memang saya prediksi dengan tepat. Karena faktor pemain muda versus tua. Tapi sayang, saya bukan orang yang senang dengan bertaruh uang,” kata mantan Ketua PBR Selayar itu.
Obrolan lalu berlanjut ke ni’mat panjang usia yang dimiliki H Ali. Di usianya yang ke 78 tahun, ia masih begitu bugar dengan rokok di tangan yang terbilang intens dia nikmati.
Usai Deng Ical bertanya apa resep panjang umurnya, H Ali dengan ringan menyebut dua hal mendasar. “Jangan terlalu banyak pusing atau urus yang bukan urusan kita, dan banyak-banyaklah berbuat untuk ummat,” sergah dia, lalu dia iringi dengan cerita bagaimana ia sedang fokus membina Pesantren Nur Ali.
IAS mengawali kunjungannya ke Selayar dengan menyambangi Monumen Pejuang Golkar, Desa Bungayya, Kecamatan Bontomatene.
IAS bersama rombongan dan sejumlah pengurus RAPI Wilayah 15 Selayar, lalu berdoa dan mengirimkan Alfatihah untuk korban tenggelam kapal yang ditumpangi 18 kader Golkar pada 15 Mei 1997.
Kapal tersebut tenggelam di Selat Selayar tepatnya di laut Pulau Pasi sepulang berkampanye di wilayah kepulauan bagian utara Selayar.
“Saat malapetaka ini terjadi, saya berstatus sebagai satgas Pemilu Golkar. Jadi saat kejadian, Alhamdulillah kita ramai-ramai datang ke Selayar sebagai bentuk duka cita. Sekarang saya datang lagi, dan berdoa untuk merek,” kata wali kota Makassar 2004-2014 itu.
Selain mendoakan para pejuang itu, IAS juga berziarah ke makam sahabatnya, mantan anggota DPRD Sulsel dan mantan Ketua Golkar Selayar dua periode, H Ince Langke.
“Saat saya memimpin Golkar Sulsel, Pak Ince juga Ketua Golkar Selayar ketika itu. Jasa beliau pada Golkar tidak kecil. Persahabatan saya tidak sederhana. Banyak perjuangan beliau di mana saya ada di belakangnya, begitupun sebaliknya,” ujar IAS kepada wartawan di Pekuburan Warga, Desa Barugayya, Kecamatan Bontomanai. (rif)

