MENYEBUT nama Rumah Koran, tentu banyak di antara kita berpikir kalau ini adalah tempat penjualan koran, seperti yang banyak kita jumpai di kota-kota besar.
Namun Rumah Koran di Kanreapia ini adalah tempat berkumpulnya sekelompok warga di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, baik untuk membaca koran-koran bekas yang ada, maupun untuk membahas berbagai hal. Juga menjadi tempat untuk belajar. Tempat ini dinamai Rumah Koran, karena di sekeliling dindingnya ditempeli koran bekas.
”Kami menamai tempat ini Rumah Koran karena satu rumah dipenuhi koran. Koran-koran cetak tertempel di keseluruhan dinding rumah baca ini, Koran menjadi media bacaan di rumah baca ini. Koran-koran baru atau bekas menjadi media informasi dan sumber bacaan warga kami di sini,” tutur Jamaluddin Dg Abu, pencetus Rumah Koran Kanreapia saat dihubungi Berita Kota Makassar, Selasa, 15 November 2022.
Jamal, begitu lelaki murah senyum ini akrab disapa, mengatakan, dirinya terdorong untuk membentuk atau mendirikan Rumah Koran adalah adanya anugerah potensi alam pedesaan di desanya, yaitu Kanreapia.
”Kami dianugerahi tanah yang subur, cuaca yang bersahabat. Sehingga desa ini mampu menghasilkan puluhan hingga ratusan ton sayur mayur setiap musim panen. Dari potensi inilah mendorong kami sebagai pemuda desa untuk kemudian mendirikan wadah belajar bagi anak petani, pemuda tani, maupun petani tua,” kata Jamal.
Banyak Kegiatan
Keberadaan Rumah Koran ini pada saat sekarang telah dirasakan manfaatnya bagi masyarakat sekitarnya. Animo masyarakat sangatlah besar dengan adanya Rumah Koran, baik dari masyarakat setempat maupun dari luar. Terbukti dengan banyaknya kegiatan, seperti kemah literasi, study banding mampu terlaksana di Rumah Koran
”Jauh berbeda ketika Rumah Koran ini pertama kali kami rintis. Kegiatan awal yang dilaksanakan Rumah Koran, seperti baca buku di sungai, baca buku di kebun, baca buku di gunung, kegiatan sekolah alam, kegiatan belajar mengenal huruf hijayyah dan abjad, kegiatan bersih-bersih sungai, penanaman pohon, dan kegiatan kemah literasi,” aku Jamal.
Sedangkan di sepanjang tahun 2022 ini, Rumah Koran telah banyak melakukan kegiatan yang turut diramaikan warga dari luar Kampung Berseri Astra (KBA) Rumah Koran Kanreapia. Pada awal tahun melakukan kegiatan study lapang bersama mahasiswa Polbantang Gowa.
Juga dilakukan pembagian pupuk Organik Bio Teratai secara gratis kepada masyarakat Kanreapia bersama Satbrimob Polda Sulsel, mendirikan Gapura Kampung Berseri Astra Kanreapia yang berada di batas Kecamatan Tombolo Pao dan Kecamatan Tinggimoncong, berbagi paket Sembako Semangat Saling Bantu.
”Selama tahun 2022, kami juga aktif melakukan kegiatan sedekah sayur ke 100 Panti Asuhan di Sulawesi Selatan, serta mengikuti kegiatan pameran di berbagai tempat,” lanjut Jamaluddin, penerima penghargaan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2017 Bidang Pendidikan.
Didukung Pemerintah Daerah dan Astra
Semangat Jamal untuk terus mengembangkan Rumah Koran Kanreapia makin bergelora dengan adanya dukungan dari berbagai pihak. Baik itu dari pemerintah daerah maupun perusahaan berskala multi nasional PT Astra International, Tbk.
Rumah Koran dalam melangkah dan membuat program, oleh pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kabupaten Gowa senantiasa memberikan dukungan.
Kegiatan–kegiatan Rumah Koran seperti pertanian organik didukung Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa. Kegiatan-kegiatan lingkungan didukung Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, serta kegiatan-kegiatan pelestarian sungai didukung Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang
Kontribusi PT Astra International, Tbk di Desa Kanreapia melalui komunitas Rumah Koran tidaklah sedikit. Astra telah menjadikan Desa Kanreapia sebagai Kampung Berseri Astra (KBA) pada tahun 2021. Atau empat tahun setelah Jamaluddin menerima SATU Indonesian Awards.
”Setelah kampung kami menjadi Kampung Berseri Astra, program-program-program mulai terarah dan dibagi ke dalam empat Pilar. Seperti Pilar Pendidikan, Pilar Kesehatan, Pilar Lingkungan, dan Pilar Kewirausahaan.
Melalui Astra, kami mulai menata kampung. Yaitu mendirikan Gapura sebagai simbol Kampung Binaan Astra, mendirikan WC di salah satu Taman kanak-kanak di desa kami, mendirikan Gasebo tempat berkumpul petani-petani untuk istirahat dan berdiskusi, dan memperbaiki embung untuk memanen air hujan dan penampungan air untuk dipakai menyiram di musim kemarau,” ujar Jamal penuh semangat.
Jamal melanjutkan, Astra juga telah dua kali memberikan paket sembako melalui program Semangat Saling Bantu. Sembako tersebut dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
”Kontribusi Astra juga sangat besar dalam mempublikasikan kampung kami ke tingkat Nasional, seperti desa kami diliput secara khusus oleh Metro TV melalui Astra,” tambahnya.
Pelibatan Masyarakat
Pelibatan dan keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan Rumah Koran maupun berkegiatan di Rumah Koran terbilang cukup besar. Di antaranya kegiatan sedekah sayur. Mereka memiliki antusias yang tinggi. Sehingga program ini mampu mencapai target yang ditentukan. Seperti sedekah sayur kepada 100 Panti Asuhan di empat kabupaten kota di Sulsel, sedekah sayur kepada 100 Pondok Pesantren di Sulawesi Selatan, dan sedekah sayur sebayak 100 ton.
Masyarakat juga akif menjaga dan berkumpul di Rumah Koran, baik untuk istirahat saat kembali bekerja dari kebun maupun berdiskusi di Rumah Koran.
Dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan Rumah Koran, akhirnya membawa identitas desa. Sekurang-kurangnya ada tiga identitas desa terbangun dan dikenal secara nasional. Masing-masing sebagai Kampung Berseri Astra oleh PT Astra International, sebagai Kampung Iklim oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, serta Kampung Sayur oleh Satbrimob Polda Sulsel
”Dari identitas tersebut tentunya menjadi modal bagi kami untuk membawa pertanian dan desa kami lebih maju. Apalagi, masyarakat secara sosial berbondong-bondong terlibat dalam kegiatan. Dan secara ekonomi kegiatan kami terekspos secara luas, sehingga menjadi promosi yang akan membuka akses pasar lebih luas,” jelas Jamal.
Berkolaborasi
Pandemi Corona Virus Disiase 2019 (Covid-19) yang melanda dunia, termasuk di antaranya Sulawesi Selatan, telah mengubah berbagai tatanan kehidupan masyarakat. Rumah Koran turut merasakan dampak dari pandemi tersebut.
Kegiatan pendidikan terhenti. Seperti baca buku di sungai, dan lain-lain. Meski demikian, pandemi telah melahirkan program baru, yaitu sedekah sayur. Sehingga mampu melahirkan petani dermawan dan kebermanfaatan untuk sesama.
”Pandemi mengubah program tatap muka menjadi kegiatan sosial, sehingga program-program berubah menjadi kegiatan berbagi,” ujar Jamal.
Meski pandemi mulai menghilang, tapi kegiatan sedekah sayur Rumah Koran, hingga sekarang masih berjalan. Kegiatan berbagi sayur dijalankan setiap bulan. Minimal kegiatan tersebut dijalankan satu kali dalam satu bulan. Sehingga kegiatan tersebut menjadi kegiatan yang wajib dijalankan setiap bulannya.
”Kegiatan sedekah sayur telah menjadi progam bulanan. Kami bersama dengan Satbrimob Polda Sulsel mengumpulkan sayur lalu didistribusikan ke panti-panti asuhan di Sulawesi Selatan. Kegiatan sedekah sayur diprogramkan kepada 100 panti asuhan berbeda di Sulsel,” aku Jamal.
Jamal menuturkan, program-program Rumah Koran berangkat dari gerakan kolaborasi. Rumah Koran hanyalah komunitas kecil yang berada di pedesaan, tepatnya di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, sehingga Rumah Koran dalam membuat program senantiasa melangkah dengan gerakan Kolaborasi
Sinergi program. Seperti dengan Pemerintah Kabupaten Gowa, PT Astra International Tbk, dan Satbrimob Polda Sulsel. Di antaranya melahirkan program Kampung Iklim.
”Maka kami melangkah menerapkan kegiatan-kegiatan berkaitan iklim. Yakni dengan menjalankan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Seperti sama-sama melakukan penghijauan, menjaga mata air, membuat embung, melakukan pertanian organik, menjaga kebersihan sungai, dan lainnya. Program sedekah sayur pun seperti itu. Kami kolaborasi dengan kelompok tani, PPL, dinas terkait dan Satbrimob Polda Sulsel. Kami Juga memiliki pasukan sedekah sayur. Mereka menjadi relawan yang berasal dari kabupaten lain. Sehingga kegiatan kami benar-benar didukung banyak pihak.
Untuk meningkatkan kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat sekitarnya, Rumah Koran dari waktu ke waktu terus berbenah untuk lebih baik, agar lebih bermanfaat untuk masyarakat dan kemajuan desa dan pertanian. sehingga Rumah Koran melihat ada kelebihan dan kekurangan yang masih perlu dibenahi.
Dimana, masyarakat petani pada umumnya telah mahir dalam melakukan budidaya atau produksi yang berkualitas dan memiliki kuantitas tinggi. Tetapi Rumah Koran melihat bahwa kelemahan petani berada di pasca panen, yaitu pemasaran. Sehingga Rumah Koran membutuhkan pemasaran hasil tani lebih luas dan besar. Sehingga mampu menyerap pasar lebih luas. Fasilitas-fasilitas pemasaran itulah yang dibutuhkan.
Penghargaan Astra Angkat Citra Kampung Kanreapia
Melalui penghargaan Satu Indonesia Awards yang diterimanya pada tahun 2017, bagi Jamal, penghargaan ini mampu mengangkat citra kampungnya dikenal lebih luas dan setiap waktu terpublis di media-media.
Penghargaan dari Astra betul-betul menjadi jalan baginya membawa kegiatan Rumah Koran dikenal di luar desa. Menjadi contoh komunitas yang bisa tembus secara nasional.
Sehingga Rumah Koran senantiasa menjadi lokasi studi lapang atau studi tiru dari luar daerah. Bukan itu saja, penghargaan dari Astra juga sering membuat dirinya menjadi narasumber di berbagai daerah.
”Astra memberikan penghargaan bukan sekadar seremoni pemberian penghargaan. Tetapi kami dibina sepanjang masa. Sehingga kami tetap terhubung dengan banyak kegiatan Astra lainnya,” kata Jamaluddin Dg Abu.
Jamal menambahkan, dari penghargaan yang diterima dan kolaborasi yang dilakukannya dapat membuat desanya dan pertanian yang ada di dalamnya bisa maju dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat baik di dunia maupun akhirat.
”Harapan saya, semoga teman-teman atau anggota yang tergabung ke dalam gerakan Rumah Koran bisa membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik. Seperti perubahan pola pikir, dari dulunya bertani Anorganik menjadi Organik, agar lebih sehat. Pemasaran hasil-hasil tani juga mampu dimaksimalkan, sehingga penggerak Rumah Koran dan masyarakat semakin sejahtera. Karena gerakan kita tentunya akan lebih terarah melalui dampingan Astra,” pungkas lelaki kelahiran 34 tahun silam ini.
Kontribusi Astra bersama Jamaluddin dalam memberikan manfaat positif untuk masyarakat sekitarnya diberbagai bidang, sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. (amiruddin nur)
Data Pribadi
Nama : Jamaluddin, S.Pd, MM
Tempat Tgl Lahir : Kanreapia, 20 Agustus 1988
Agama : Islam
Pendidikan Terakhir : Strata Dua (S2)
Email :
Jamaluddindgabu@gmail.com
Web : www.rumahkoran.coc
No.Hp/WA : 085255460840
Pengalaman Organisasi/Aktivitas Sosial Kemasyarakatan:
– Founder Rumah Koran & Kampung Sayur
– Duta Petani Milenial Kementerian
Pertanian RI
Apresiasi/Penghargaan
– Pemuda Berprestasi 2017 (Pemerintah Kabupaten Gowa)
– Satu Indonesia Awards 2017 (PT. Astra Internasional Tbk)
– Komunitas Terbaik Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2018 (Kementerian PUPR)
– HKTI Innovation Awards 2018
HKTI
– Penghargaan Milenial Berkarya 2018 (Semen Indonesia)
– Juara 3 Komunitas Peduli Sungai 2018 (Kementerian PUPR)
– Nomine Frans Seda Awards 2018 (Unika Atma Jaya)
– Finalis CMA Awards 2018 (Citi Bank)
– Peduli Gowa Awards 2018 (Pemkab Gowa)
– Penghargaan Kampung Iklim Utama 2020 (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI)
– Juara 2 Zona Wirausaha Muda Mandiri
2020 (Bank Mandiri)
Penghargaan Business Competition 2020 (Bank Indonesia)
– Duta Petani Milenial 2021 (Kementerian Pertanian RI)
– KBA DSA Innovation Awards 2021 (PT Astra International Tbk)
– Penghargaan Kampung Iklim Lestari 2022 (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI)
